JAKARTA, KONSEPNEWS – FISIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bersama Forum Wartawan Hiburan (FORWAN) Indonesia, dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI, kembali menggelar Diskusi Riang Gembira #Perempuan Hebat di Industri Musik dan Film Jilid 3 pada Senin (8/12/2025). Diskusi yang berlangsung di Kampus Limau 2 UHAMKA ini bertujuan menghadirkan inspirasi bagi mahasiswa sekaligus menyemarakkan Hari Ibu 2025.
Dekan FISIP UHAMKA, Dra. Tellys Corliana, M.Hum, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi tersebut. “Kami senang berkolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan RI dan FORWAN untuk menggelar diskusi riang gembira ini,” katanya. Menurutnya, hadirnya aktris Yessy Gusman dan saxophonist dunia Yuyun George memberikan nilai tambah besar bagi mahasiswa.
Tellys menilai narasumber perempuan yang dihadirkan tidak hanya memberi inspirasi, tetapi juga membuka wawasan bahwa industri kreatif sangat mengakomodasi peran perempuan. “Mahasiswa bisa melihat bahwa industri film memiliki banyak tokoh perempuan luar biasa. Begitu juga di industri musik,” ujar Tellys. Ia menegaskan bahwa generasi muda membutuhkan role model yang relevan dan visioner.
Ketua panitia, Yatti Surachman, mengemukakan bahwa kampus adalah tempat yang tepat untuk menjangkau generasi muda secara langsung. “Agar diskusi ini bisa bermanfaat untuk generasi muda, khususnya mahasiswa, maka kami memilih kampus sebagai tempat penyelenggaraan,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa penyambutan hangat dari UHAMKA membuat kerja FORWAN semakin mudah.
Diskusi berlangsung dengan penuh dinamika, mengangkat perjalanan karier narasumber, peluang dan tantangan perempuan di industri kreatif, hingga refleksi mengenai perubahan lanskap musik dan film di era digital. Mahasiswa aktif bertanya dan mendapatkan kesempatan berdialog langsung dengan dua tokoh perempuan yang telah berkiprah di panggung nasional dan internasional.
Melalui diskusi ini, UHAMKA dan FORWAN berharap mahasiswa lebih memahami pentingnya kreativitas dan keberanian dalam berkarya. Selain itu, kerja sama ini dianggap sebagai langkah awal menuju kolaborasi berikutnya yang fokus pada pengembangan minat dan bakat mahasiswa. “Kami berharap kerja sama tidak hanya sebatas diskusi, tetapi juga kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat bagi mahasiswa kami,” tutur Tellys.
Agenda yang digelar dalam rangka Hari Ibu ini pun menjadi penegas bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan budaya Indonesia. Diskusi ditutup dengan pesan untuk terus mendukung perempuan kreatif yang telah menjadi bagian penting dalam perkembangan musik dan film nasional. san/*







