JAKARTA, KONSEPNEWS – Di tengah derasnya film bergenre horor murni yang mendominasi layar bioskop Indonesia, Pesugihan Sate Gagak hadir dengan pendekatan yang tak biasa. Film ini memadukan unsur mistis, satire sosial, dan komedi gelap untuk menyindir obsesi masyarakat terhadap kekayaan instan.
Produser Aoura Lovenson menegaskan bahwa film garapan Cahaya Pictures ini tidak hanya ditujukan untuk menghibur. Lebih jauh, ia ingin menggugah penonton agar bercermin pada fenomena sosial yang kerap terjadi di sekitar mereka.
“Banyak orang yang merasa capek miskin dan ingin cepat kaya. Lewat film ini, kami mengangkat keresahan itu dalam kemasan yang ringan dan kocak. Ceritanya sederhana, tapi dekat dengan masyarakat,” ujar Aoura kepada awak media dalam jumpa pers perilisan poster dan trailer film “Pesugihan Sate Gagak” di CGV FX Sudirman Jakarta, Selasa 14 Oktober 2025.
Dibalut dalam gaya absurd dengan karakter-karakter eksentrik dan dialog spontan, Pesugihan Sate Gagak berusaha menghidupkan kembali nuansa film komedi-horor khas Indonesia yang sempat hilang. Cerita tentang warga biasa yang terjebak dalam ritual pesugihan digambarkan dengan penuh ironi, lucu sekaligus menampar.
Deretan pemain seperti Ardit Erwandha, Yono Bakrie, Benidictus Siregar, Yoriko Angeline, Nunung, Arief Didu, dan Firza Valaza turut memperkuat warna film ini. Kombinasi komedian dan aktor muda menjanjikan interaksi segar antara kelucuan spontan dan kritik sosial yang tajam.
Film ini diproduksi oleh Cahaya Pictures dengan dukungan dari PK Films, Arendi, Anami Films, Laspro Media Sinema, dan IFI Sinema. Poster dan trailer resminya kini sudah dirilis di media sosial resmi Cahaya Pictures, menampilkan suasana kampung yang misterius sekaligus konyol, seolah mengajak penonton untuk menertawakan ketakutan mereka sendiri.
Pesugihan Sate Gagak dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 November 2025. Film ini bukan hanya tentang ritual gelap dan kegilaan demi uang, tetapi juga cermin realitas: betapa jauh manusia bisa melangkah ketika kemiskinan bertemu keputusasaan. ***





