IIMS 2026 Perkuat Business Matching Industri Otomotif

by
foto dok. dyandra
foto dok. dyandra

JAKARTA, KONSEPNEWS – Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 semakin memantapkan posisinya sebagai forum strategis yang mempertemukan pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan otomotif nasional maupun global. Tidak hanya menghadirkan kendaraan terbaru, IIMS 2026 juga menjadi ruang penting untuk business matching, diskusi kebijakan, serta penguatan ekosistem industri otomotif Indonesia.

Salah satu agenda krusial adalah penyelenggaraan Automotive Cross-border Supply Chain Seminar & Trade (ACST) yang digelar pada 6 Februari 2026. Forum ini dirancang untuk memfasilitasi kolaborasi lintas negara, khususnya antara manufaktur otomotif asal Tiongkok dengan pelaku industri dalam negeri, guna menjawab tantangan rantai pasok dan perdagangan global.

Berbagai perusahaan manufaktur yang terlibat menawarkan teknologi software dan hardware otomotif, mulai dari pintu bagasi elektrik, TPMS sensor, audio mobil, hingga sistem kecerdasan buatan. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Aura AI, sistem asisten suara dan smart cockpit yang dikembangkan Tongxingzhe Technology untuk menjembatani head unit konvensional agar menyerupai pengalaman berkendara kendaraan listrik modern.

Selain Aura AI, sejumlah perusahaan lain seperti Shenzhen Zycela Technology, Guangzhou Sinjet Electronics, hingga Fleetgoo juga aktif mencari mitra lokal. Kehadiran mereka memperlihatkan besarnya peluang transfer teknologi dan investasi yang bisa memperkuat daya saing industri otomotif nasional.

Di sisi lain, IIMS 2026 juga menggelar dialog strategis bersama Indonesia Center of Mobility Studies (ICMS) yang membahas arah industri otomotif pasca evaluasi insentif kendaraan listrik. Diskusi ini menghadirkan pelaku industri dari berbagai merek, termasuk Isuzu, Geely, dan Vinfast, serta pengamat ekonomi nasional.

Ketua Umum ICMS, Munawar Chalil, menilai kebijakan insentif EV menjadi faktor krusial yang memengaruhi harga jual dan momentum pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Ia berharap pemerintah tetap menghadirkan kebijakan yang mendukung keberlanjutan industri otomotif nasional di tengah transisi teknologi.

Rangkaian diskusi dan kolaborasi ini mempertegas peran IIMS 2026 sebagai penghubung antara kebijakan, industri, dan inovasi. Ajang ini tidak hanya memamerkan produk, tetapi juga memetakan arah masa depan otomotif Indonesia dalam lanskap global yang semakin kompetitif.

Dengan kombinasi pameran, forum bisnis, dan diskusi kebijakan, IIMS 2026 menegaskan diri sebagai barometer industri otomotif nasional. Perhelatan ini menjadi bukti bahwa pameran otomotif modern harus mampu menghadirkan nilai strategis bagi pertumbuhan industri jangka panjang. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.