Jangan Asal Klik! Kebiasaan Terima Cookie Sembarangan Bisa Jadi Celah Phishing dan Pencurian Data

by
artwork ilustrasi dok. meta ai
artwork ilustrasi dok. meta ai

JAKARTA, KONSEPNEWS – Banyak pengguna internet menganggap pop-up persetujuan cookie sebagai gangguan yang harus segera dilewati. Akibatnya, tombol “Terima Semua” sering ditekan tanpa membaca atau memahami jenis data yang akan dikumpulkan oleh sebuah situs web.

Padahal, tidak semua cookie digunakan untuk mendukung fungsi teknis sebuah website. Sebagian di antaranya berfungsi untuk melacak aktivitas pengguna di berbagai platform digital guna mengumpulkan informasi terkait kebiasaan dan minat mereka.

Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan periklanan yang sangat tertarget. Namun dalam kondisi tertentu, informasi yang terkumpul juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk menyusun modus penipuan yang lebih meyakinkan.

Fenomena ini menjadi salah satu alasan mengapa kesadaran privasi digital semakin penting di tengah meningkatnya aktivitas online masyarakat Indonesia. Pengguna dituntut lebih kritis terhadap izin akses yang diberikan kepada situs web maupun aplikasi.

Selain cookie, ancaman lain juga datang dari ekstensi browser yang diinstal tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Beberapa ekstensi dapat meminta akses berlebihan terhadap data penelusuran hingga informasi pribadi pengguna.

Dalam sejumlah kasus global, ekstensi berbahaya bahkan pernah digunakan untuk mencuri kredensial login, menyisipkan iklan berbahaya, hingga mengarahkan pengguna ke situs yang mengandung malware.

Michael Tegos menjelaskan bahwa pengguna memiliki peran penting dalam menjaga keamanan data mereka sendiri melalui kebiasaan digital yang lebih bijak.

“Perubahan kebiasaan kecil seperti memperbarui browser, meninjau kembali ekstensi yang digunakan, atau lebih selektif dalam menerima cookie dapat membantu mengurangi risiko paparan terhadap pelaku kejahatan siber secara signifikan,” kata Michael.

Ia menambahkan bahwa keamanan online saat ini tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga kesadaran pengguna dalam mengelola data dan aktivitas digital mereka sehari-hari. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.