KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Upaya mempererat kedekatan polisi dengan masyarakat kembali dilakukan Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari melalui kegiatan Ngopi Kamtibmas di kawasan Perum Duta Gardenia, Benda, pada Kamis malam (13/11). Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum dialog, tetapi juga memperlihatkan pendekatan humanis aparat dalam merespons dinamika keamanan di wilayah perkotaan yang semakin kompleks.
Kehadiran sekitar 120 warga menunjukkan antusiasme terhadap ruang komunikasi langsung yang memungkinkan mereka menyampaikan situasi terkini di lingkungan masing-masing. Dari tokoh masyarakat hingga pengurus wilayah, forum ini menjadi wadah berbagi permasalahan keamanan yang sering tak terungkap dalam laporan formal, namun sangat dirasakan langsung oleh warga.
Kapolres memulai arahannya dengan menegaskan bahwa kegiatan Ngopi Kamtibmas dibuat untuk mendengar, bukan sekadar memberi ceramah. Sebagai pemimpin yang intens turun ke lapangan, ia menilai pentingnya memotret keresahan warga secara langsung agar kebijakan keamanan dapat merespons kebutuhan nyata, bukan hanya berdasarkan data administratif.
Isu utama yang mengemuka adalah maraknya penyalahgunaan obat terlarang yang memicu perilaku agresif kalangan remaja, termasuk tawuran yang menjadi kekhawatiran rutin terutama pada malam akhir pekan. Kapolres menyampaikan bahwa penindakan terhadap penjual Tramadol dan Hexymer akan terus diperketat, termasuk kemungkinan sanksi tegas bagi oknum aparat yang kedapatan terlibat dalam backing ilegal.
Kombes Jauhari juga mengingatkan peran orang tua sebagai pilar utama dalam membangun ketahanan mental dan emosional remaja. Dalam konteks pergaulan era digital, anak-anak disebut semakin mudah terpapar pengaruh negatif dari lingkungan luar, sehingga komunikasi keluarga yang hangat menjadi benteng paling efektif mencegah perilaku destruktif.
Sesi tanya jawab berlangsung hangat ketika warga mengungkapkan sejumlah peristiwa yang memerlukan perhatian kepolisian, terutama pada titik-titik rawan yang kerap diisi aktivitas remaja hingga larut malam. Kapolres memastikan bahwa layanan Call Center 110 siap membantu kapan saja warga membutuhkan respons cepat.
Pada penghujung kegiatan, pemberian sembako kepada petugas keamanan dan petugas kebersihan menjadi apresiasi simbolis atas dedikasi mereka menjaga lingkungan. Momen ini juga memperlihatkan bagaimana aspek humanis dalam pengelolaan keamanan dapat memperkuat hubungan sosial di tingkat komunitas.
Acara ditutup dengan foto bersama pada pukul 22.40 WIB dan seluruh rangkaian berjalan aman hingga selesai. Kegiatan ini kembali mempertegas bahwa pendekatan dialogis melalui Ngopi Kamtibmas menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas keamanan kota melalui kolaborasi warga dan aparat. san/*





