Kenapa Wartawan Dicek Kesehatannya di Tangsel? Ini Alasannya!

by

TANGSEL, KONSEPNEWS – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan terus diperkuat oleh Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui kolaborasi multi pihak. Salah satu bentuk konkretnya adalah kegiatan Cek Kesehatan Gratis dan Diskusi Sehat yang digelar di Gedung Layanan Informasi, Rawa Buntu, Serpong. Kegiatan ini bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tangsel dan melibatkan tenaga medis dari Puskesmas Rawa Buntu dan Puskesmas Lengkong Wetan.

Antusiasme masyarakat dan wartawan dalam mengikuti kegiatan ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan layanan kesehatan preventif sangat tinggi. Pemeriksaan yang dilakukan mencakup tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan konsultasi ringan terkait kesehatan umum. Kolaborasi antara Dinas Kesehatan dan media lokal ini menjadi contoh pendekatan partisipatif dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat perkotaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengedukasi masyarakat tentang kesehatan. Menurutnya, media merupakan pilar penting dalam menyampaikan informasi dan kampanye kesehatan yang tepat sasaran. “Kesehatan adalah pilihan yang harus didukung oleh sistem dan lingkungan sosial yang saling mendukung, kata dr. Allin singkat.

Selain layanan pemeriksaan gratis, kegiatan ini juga menghadirkan sesi Diskusi Sehat bertema “Deteksi Dini TBC dan DBD untuk Wartawan Sehat”. Dalam forum tersebut, dr. Allin memaparkan program prioritas Pemkot Tangsel, termasuk RW Bebas TBC dan RW Bebas Jentik, yang menjadi fokus utama dalam pengendalian penyakit menular di tingkat lingkungan. Program ini ditujukan agar edukasi tentang kesehatan tidak hanya berhenti di fasilitas layanan, tetapi menjangkau rumah-rumah warga.

Hingga pertengahan tahun 2025, hampir 50 persen dari target pembentukan RW Bebas TBC di 54 kelurahan telah tercapai. Di wilayah RW yang telah dideklarasikan bebas TBC, masyarakat dilibatkan secara aktif untuk memahami gejala, cara penularan, serta pentingnya deteksi dini. Bahkan, warga didorong untuk menjadi agen penghapusan stigma terhadap penderita TBC di lingkungan tempat tinggal mereka.

Program RW Bebas Jentik juga menjadi strategi krusial dalam mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Chikungunya. Melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk yang melibatkan warga secara langsung, Pemerintah Kota Tangsel ingin menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan masyarakat bukan hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi kesehatan lingkungan.

Ketua PWI Tangsel, Ahmad Eko Nursanto, mengapresiasi langkah Dinas Kesehatan yang membuka ruang kolaborasi strategis dengan insan pers. Ia menyebut bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan wartawan yang selama ini kerap terabaikan. “Menjaga kesehatan jurnalis sama pentingnya dengan menjaga akurasi dan integritas berita”, ujar Ahmad Eko Nursanto.

Dengan semakin sering digelarnya kegiatan kolaboratif semacam ini, Pemerintah Kota Tangsel berharap kesadaran kolektif akan kesehatan masyarakat dapat meningkat. Layanan kesehatan tidak hanya hadir saat sakit, tetapi justru menjadi upaya berkelanjutan yang dimulai dari edukasi, pencegahan, hingga pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.