KOWANI Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

by -117 views

Konsepnews.com – Tidak hanya berdampak buruk terhadap masalah kesehatan saja, pandemi Covid-19 tentu juga berdampak buruk pada perekonomian dan juga sosial dalam jangka panjang secara global, termasuk pula Indonesia.

Berdasar itulah, Kongres Wanita Indonesia (Kowani) terpanggil untuk membantu warga yang terdampak langsung secara ekonomi, dan melakukan layanan konseling guna meringankan beban masyarakat. Baru-baru ini, Kowani memberikan bantuan berupa masker, APD serta bantuan sembako bagi korban PHK terkait pandemi Corona.

Sebagai induk dari puluhan organisasi, program dan kegiatan yang dilakukan oleh Kowani tentunya layak menjadi role model bagi semua organisasi wanita lainnya, termasuk dalam menghadapi dampak buruk dari pandemi Covid-19 di Indonesia.

Kowani kini masih dipimpin oleh Giwo Rubianto Wiyogo, atau yang akrab disapa Giwo, satu di antara dua pimpinan Kowani yang menjabat hingga dua periode.

“Dampak buruk pandemi ini tidak hanya mengancam kesehatan dan jiwa, tapi juga merusak sendi-sendi ekonomi masyarakat. Bahkan dampaknya tidak hanya sesaat. Karena bila pandemi ini sudah hilang dari Indonesia, dampak ekonomi dan sosialnya bisa pulih lama,” ujar Giwo Rubianto Wiyogo dan akrab disapa Giwo, saat dijumpai di Kantor Pusat Kowani di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Menantu dari mantan gubernur DKI Jakarta Wiyogo Atmodarminto ini menyebutkan, menghadapi Pandemi Covid-19 ini Kowani memiliki program jangka pendek dan jangka panjang. “Kowani memiliki sejumlah program, di antaranya bantuan bagi korban Covid-19 ini, tutur Giwo.

Lebih lanjut Giwo mengatakan, Kowani memiliki program kajian, program konseling, program bimbingan bagi perempuan yang saat ini mengalami tekanan karena “Stay at Home” dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Semua bisa dilakukan dengan tele conference memanfaatkan teknologi digital.

Mengutip sebuah penelitian yang menyebut dalam kurun waktu 3 bulan belakangan ini, Giwo menyebut ada sekitar seribu wanita meninggal dunia di Perancis dan Meksiko. “Mereka meninggal bukan karena terpapar Covid-19, tetapi mereka meninggal karena menjadi korban KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga),” ungkap Giwo.

Menurutnya, KDRT selama masa pandemi ini merupakan efek tak langsung dari kebijakan Lock Down, Stay at Home, atau PSBB. “Sewaktu menjadi Ketua KPAI (Komisi Perlidungan Anak Indonesia), pernah ada penelitian yang menyebut KDRT terhadap wanita dan anak lebih sering terjadi disaat hari libur, biasanya Sabtu dan Minggu,” papar mantan Ketua KPAI kelahiran 8 Mei ini.

Meski menurut data dari YLBH Apik dan Komnas Perempuan belum terlihat ada kenaikan yang signifikan dari kasus KDRT selama PSBB, namun Giwo khawatir banyak terjadi KDRT yang tidak dilaporkan. Hal itu bisa terjadi karena banyak wanita Indonesia yang tidak memiliki akses untuk melaporkan tindak KDRT.

“Apalagi sekarang dalam masa PSBB, mungkin mereka mau melapor tapi tunggu masalah Covid-19 ini selesai,” sebut Giwo. Sebagai sesama wanita, Giwo menghimbau kepada semua wanita Indonesia agar bisa mengambil hikmah dari musibah ini.

Manfaatkan kesempatan stay at home ini untuk menjadi pendidik yang baik bagi anak-anak dan menjadi ibu rumah tangga yang melayani anggota keluarga dengan baik, himbaunya.

“Memang sulit mengubah kebiasaan yang sehari-hari kerja, keluar rumah dan memiliki family time hanya di akhir pekan. Kini bertemu terus selama berminggu-minggu. Sudah pasti akan muncul banyak persoalan dan konflik. Apalagi jika suaminya menjadi korban PHK,” katanya.

Giwo mengingatkan lagi, seharusnya di saat ada banyak peluang bersama di dalam rumah, dimanfaatkan untuk intensif memberikan pendidikan yang terbaik kepada anak. “Karena hikmahnya, kita sudah diberikan kesempatan yang terbaik untuk saling asih, asah dan asuh,” tukasnya.

Di samping itu, seperti diketahui, Kowani merupakan federasi dari organisasi kemasyarakatan wanita Indonesia tingkat nasional. Kowani ini berdiri sejak tahun 1928, serta menjadi jaminan sebuah organisasi yang mumpuni dengan banyak penghargaan nasional, regional maupun internasional.

Kowani dipimpin Dr Ir Hj Sri Woerjaningsih (nama lain dari Giwo-red), dan menjadi payung bagi 97 organisasi wanitia tingkat pusat. Kiprah Kowani yang memiliki anggota sekitar 87 juta wanita di seluruh Indonesia itu tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata. yn

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *