JAKARTA, KONSEPNEWS – Gala perdana film Wasiat Warisan di Jakarta pada Rabu (26/11/2025) diwarnai momen hangat ketika para aktor dan kru secara spontan membawakan lagu daerah “O Tano Batak.” Aksi itu dianggap sebagai pernyataan kuat soal keterikatan film terhadap budaya Batak.
Saat acara gala digelar beberapa hari sebelum perilisan resmi film suasana menjadi penuh keakraban. Aktor pemeran karakter Marlon, Jenda Munthe, memegang mikrofon setelah ditantang oleh hadirin untuk menyanyikan lagu Batak.
Tanpa ragu ia menerima, dan kemudian mengajak aktor lain seperti Vito Sinaga dan Oppung Medan (nama asli Aldi Rangkuti) untuk ikut bernyanyi bersama.
Lagu “O Tano Batak” dipilih bukan tanpa alasan. Lagu ini bukan hanya digunakan dalam film, tapi juga dikenal luas sebagai ekspresi cinta dan kebanggaan suku Batak terhadap tanah leluhur mereka.
Kehadiran lagu itu di gala dan dalam film diharapkan bisa menegaskan identitas budaya yang diusung oleh Wasiat Warisan.
“Jenda multitalenta memang orang Batak suaranya enak-enak ya,” puji Agustinus.
Dalam film, lagu tersebut akan mengiringi adegan yang menggambarkan suasana khas masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba latar tempat cerita berlatar.
Film Wasiat Warisan bercerita tentang sebuah keluarga Batak yang harus menghadapi konflik dan warisan warisan kompleks. Latar budaya Batak dan kehidupan di kawasan Danau Toba menjadi elemen penting dalam cerita.
Tak hanya dari segi budaya, sejumlah aktor dan aktris mengaku menghadapi tantangan dalam adaptasi, terutama soal dialek Batak sebuah upaya untuk menjaga autentisitas cerita dan karakter.
Wasiat Warisan akan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Desember 2025. Gala perdana ini menjadi kesempatan bagi kru dan pemain memperkenalkan kisah dan nilai budaya yang dibawa film.
Penampilan spontan menyanyikan “O Tano Batak” memberi sinyal bahwa film ini ingin lebih dari sekadar hiburan ia ingin menjadi jembatan pelestarian budaya Batak dan memperkenalkan kekayaan lokal ke penonton luas.
Sejumlah pemain dan sineas berharap film bisa membuka wawasan tentang keberagaman budaya Indonesia, serta memberi penghormatan terhadap tradisi lokal yang kental. rpaf





