JAKARTA, KONSEPNEWS – Subdirektorat Reserse Mobile ( Subdit Resmob) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menggelar latihan peningkatan kemampuan personel sebagai bagian dari upaya menghadapi berbagai bentuk kejahatan jalanan yang belakangan mengalami peningkatan, khususnya kasus begal.
Panit Unit II Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy Jowiberthi Ataupah, mengatakan latihan yang digelar mencakup berbagai materi taktis yang dibutuhkan personel saat bertugas di lapangan.
“Pada sore hari ini, personel Subdit Resmob Polda Metro Jaya melaksanakan beberapa latihan, di antaranya latihan menembak serta latihan penangkapan terhadap sasaran berjalan, sasaran yang menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat,” kata AKP Fechy kepada wartawan Senin (8/6/26).
AKP Fechy menjelaskan, latihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota dalam menjalankan tugas penegakan hukum di lapangan.
Ia menyebut, kemampuan personel perlu terus diasah agar setiap tindakan kepolisian dapat dilakukan secara tepat, terukur dan meminimalkan risiko terhadap anggota maupun masyarakat.
“Latihan ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan anggota dalam mendukung tugas kami di lapangan, sehingga anggota ketika bertindak mampu melaksanakan tugas dengan tepat dan profesional, serta menghindari adanya korban baik dari anggota maupun masyarakat,” ujarnya.
AKP Fechy mengatakan program pelatihan tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali.
Untuk periode kali ini, latihan telah berjalan selama dua pekan dan masih akan berlangsung selama tiga pekan ke depan dengan berbagai skenario penanganan kejahatan.
“Untuk pelatihan ini dijadwalkan rutin setiap enam bulan sekali. Saat ini sudah berjalan kurang lebih dua minggu dan masih ada sisa tiga minggu lagi. Kami akan terus berlatih demi meningkatkan kemampuan personel dalam melaksanakan tugas,” katanya.
Lebih lanjut, AKP Fechy menyoroti maraknya aksi begal yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta dalam beberapa bulan terakhir.
Menurutnya, peningkatan kemampuan personel menjadi salah satu langkah strategis untuk mengantisipasi tingginya angka kejahatan jalanan tersebut.
“Terkait begal, rekan-rekan juga mengetahui bahwa kasus begal mengalami peningkatan, terutama di Jakarta dalam beberapa bulan belakangan ini. Inilah salah satu bentuk antisipasi kami terhadap tingginya angka kejahatan, khususnya begal di jalan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa selain mengedepankan kegiatan penyelidikan, patroli, dan langkah-langkah preventif lainnya, kemampuan personel dalam melakukan penindakan juga menjadi perhatian utama.
Menurut AKP Fechy, personel harus memiliki kesiapan fisik maupun kemampuan teknis saat berhadapan langsung dengan pelaku kejahatan yang berpotensi membahayakan keselamatan petugas dan masyarakat.
“Yang kami utamakan adalah penindakan. Oleh karena itu diperlukan kemampuan anggota dalam melakukan penindakan terhadap pelaku begal. Kita ingat beberapa waktu lalu terdapat anggota Polri yang menjadi korban aksi begal. Karena itu kami mempersiapkan anggota agar saat bertindak di lapangan mereka siap menghadapi setiap ancaman yang ada,” katanya.
Melalui latihan yang berkesinambungan, Resmob Polda Metro Jaya berharap seluruh personel semakin siap menghadapi dinamika kejahatan jalanan yang terus berkembang.
Di akhir keterangannya, AKP Fechy juga menyampaikan peringatan keras kepada para pelaku kejahatan jalanan agar tidak melakukan aksi kriminal di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
“Kami menghimbau kepada para pelaku kejahatan jalanan, terutama begal, jangan sekali-kali melakukan tindak pidana di wilayah hukum Polda Metro Jaya, karena saya jamin akan kami tindak dengan tegas,” tegasnya.
Zan







