JAKARTA, KONSEPNEWS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara blak-blakan mengungkap temuan mengejutkan soal praktik perlindungan terhadap pegawai kementeriannya yang terlibat kasus korupsi. Hal itu ia ketahui setelah berdiskusi langsung dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin.
“Saat bertemu Pak Jaksa Agung, beliau bertanya pada saya, bagaimana sikap Kemenkeu jika ada pegawai pajak atau bea cukai yang tersangkut masalah hukum,” ujar Purbaya dalam pernyataannya yang dikutip dari CNN Indonesia, baru-baru ini.
Pertanyaan itu membuatnya heran. Namun Burhanuddin kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya ada kecenderungan oknum di dua institusi strategis tersebut mendapat perlindungan ketika terlibat pelanggaran hukum.
“Saya baru sadar, rupanya selama ini ada yang melindungi. Jadi kalau ada pegawai yang tersangkut kasus, muncul intervensi dari atas agar tidak diganggu, dengan alasan menjaga stabilitas penerimaan negara,” ungkapnya.
Menurut Purbaya, praktik semacam itu tidak hanya membiarkan penyimpangan, tetapi juga memberi ruang bagi perilaku menyimpang tumbuh subur. “Bukan cuma moral hazard, tapi seperti diberi insentif untuk berbuat dosa,” tegasnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa masih banyak aparatur pajak dan bea cukai yang bekerja dengan jujur dan profesional. Terhadap mereka, Purbaya berkomitmen memberikan perlindungan penuh.
“Yang baik tidak perlu takut. Tapi yang bermain-main, ya sekarang saatnya takut. Kalau tidak bersalah dan diganggu, akan saya bela habis-habisan. Tapi kalau mencuri, menerima uang, dan minta dilindungi, tidak akan saya lindungi,” ujarnya tegas.
Purbaya mengaku baru mengetahui praktik perlindungan terhadap oknum tersebut sekitar tiga minggu sebelum pernyataannya disampaikan. Temuan itu membuatnya paham mengapa pemberantasan korupsi di Indonesia kerap berjalan di tempat.
“Korupsi sulit diberantas karena ada perlindungan dari dalam. Kasus yang seharusnya diproses malah dihentikan. Bahkan dulu sempat ada pemahaman: yang penting target penerimaan tercapai, urusan lain bisa diamankan,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa dirinya sedang menyerang institusi Pajak dan Bea Cukai. “Mereka salah paham. Saya bukan menyerang, tapi justru berusaha menyelamatkan citra institusi agar kembali dipercaya masyarakat,” tuturnya.
Purbaya menegaskan, langkah pembenahan internal di Kemenkeu bukan sekadar penindakan, melainkan perubahan cara berpikir. “Ini soal pola pikir dan sikap yang harus terus dikembangkan di lingkungan Kemenkeu,” pungkasnya. ***






