JAKARTA, KONSEPNEWS – Kehadiran NOD. sebagai perwakilan tunggal Indonesia di Swiss Coffee Festival 2025 menjadikan rasa Nusantara sebagai kejutan terbesar di salah satu festival kopi paling bergengsi di Eropa. Dengan membawa 15 varian kapsul mulai dari kopi daerah, matcha, cokelat, hingga jamu dan wedang, NOD. tampil sebagai inovasi yang paling berbeda dibandingkan peserta lain yang didominasi merek global.
Festival yang menarik hingga 10.000 pengunjung tersebut menjadi panggung penting bagi NOD. untuk menunjukkan kemampuan teknologi mesin kapsul pintar dari Indonesia yang mampu menyeduh lebih dari 50 jenis minuman. Sejak diperkenalkan akhir 2024, NOD. telah menorehkan penjualan lebih dari 8.000 unit, mulai dari hotel, kantor, retail, hingga rumah tangga, dan kini mulai melangkah ke pasar internasional.
Antusiasme pengunjung terlihat saat banyak pengunjung menyebut pengalaman minum jamu kapsul sebagai sensasi baru yang belum pernah ada di pasar Eropa. Varian Kunyit Asam dan Wedang Jahe menjadi yang paling banyak dicoba selain varian kopi dari Bali dan Kerinci. Head of Research NOD., Galuh, menegaskan peluang besar tersebut. “Antusiasmenya luar biasa. Bahkan banyak pengunjung yang kembali karena rasa-rasa unik dari Nusantara. Ini sinyal kuat bahwa pasar Eropa sangat terbuka,” katanya.
Booth NOD. menjadi salah satu yang paling ramai selama festival, bahkan beberapa varian habis sebelum acara berakhir. Kehadiran NOD. sendiri merupakan undangan resmi dari KBRI Bern melalui KADIN Komite Indonesia Swiss, yang melihat potensi besar inovasi minuman Indonesia untuk ditampilkan pada panggung global.
Nilai strategis ini ditegaskan oleh Dubes RI untuk Swiss dan Liechtenstein, Ngurah Swajaya. Ia menyebut festival ini bukan hanya soal promosi produk, tetapi juga diplomasi rasa yang membawa identitas Indonesia ke kancah global. “Festival ini membuka peluang besar ekspor dan kerja sama jangka panjang. Potensi Indonesia sangat kuat dalam persaingan kopi dunia,” tegasnya.
Momentum ini membuat JumpStart Indonesia menyiapkan strategi penetrasi pasar Swiss dan Eropa. Melalui NOD., JumpStart akan memulai proses sertifikasi perangkat sesuai standar Eropa, menjajaki kolaborasi dengan roaster lokal, hingga pilot placement di hotel, restoran, dan ruang kerja Indonesia di Swiss. Inovasi ini dinilai relevan dengan tren minuman global yang mengutamakan kepraktisan, kualitas rasa, dan identitas budaya.
CMO JumpStart Indonesia, Raynald Rabindra Soeharto, menilai partisipasi ini sebagai titik bentuk perjalanan global NOD. “Kami percaya minuman Nusantara bisa jadi kebanggaan dunia. Kehadiran kami di Swiss adalah langkah pertama menuju pasar internasional,” ujarnya.
Dengan fondasi lebih dari 10.000 mesin smart retail JumpStart yang telah beroperasi di Indonesia, ekspansi NOD. diyakini menjadi salah satu upaya paling kuat memperkenalkan minuman Nusantara dalam format modern di tingkat global. san/*





