JAKARTA, KONSEPNEWS – Suara Pemuda Adat yang dahulu sering terpinggirkan kini menggema di panggung konferensi internasional. Dari hutan, sungai, hingga tanah ulayat, generasi muda adat tampil membela masa depan bumi dengan menegaskan bahwa keputusan global tidak boleh diambil tanpa keterlibatan mereka.
Cindy Yohana dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) menekankan bahwa generasi muda adat bukan sekadar pewaris, melainkan penjaga nilai dan praktik leluhur. Mereka melestarikan alam dengan kearifan lokal yang terbukti menjaga harmoni sekaligus membuka potensi ekonomi berkelanjutan, mulai dari pangan lokal hingga kerajinan tradisional.
Pesan itu semakin kuat ketika Pemuda Adat tampil dalam Global Youth Forum (GYF) di Bali yang mempertemukan 50 pemimpin muda dari 27 negara. Forum ini menjadi ruang strategis untuk membekali, menghubungkan, dan memberdayakan generasi muda adat agar mampu memimpin perubahan transformatif di komunitas masing-masing.
Sabba Rani Maharjan, konsultan RRI asal Nepal, menegaskan GYF memberi kesempatan pemuda untuk menguatkan kapasitas, memperluas jaringan, sekaligus menyuarakan aspirasi yang kerap terabaikan. Dialog antargenerasi dengan para tetua dan pembela hak asasi manusia memperkuat legitimasi gerakan mereka.
Hasil pertemuan ini rencananya dibawa ke panggung COP30 di Brasil, forum iklim terbesar dunia. Dengan hutan tropis terbesar ketiga di dunia, Indonesia menaruh harapan besar pada suara Pemuda Adat untuk menekan laju krisis iklim.
Bupati Bekasi, Ade Kuswara Kunang, menilai peran generasi muda adat di forum global penting untuk menegaskan kedaulatan lokal dalam menjaga lingkungan. Ia menyebut bahwa keberanian Pemuda Adat bersuara harus didukung penuh, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Hero Aprila, Ketua BPAN, menambahkan bahwa generasi muda tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Mereka harus hadir secara bermakna dalam forum pengambilan keputusan, termasuk kebijakan iklim dan tata kelola sumber daya alam.
Dengan semakin kuatnya peran Pemuda Adat, masa depan kebijakan global diperkirakan akan lebih berpihak pada keberlanjutan. Suara mereka menjadi tanda bahwa perjuangan menjaga bumi kini memiliki garda depan baru yang berani bersuara lantang. san/*





