KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Ramadan 1447 Hijriah kini telah memasuki hari ke-16. Pada malam ke-17 Ramadan, umat Islam di seluruh dunia akan memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu Nuzulul Quran, momen turunnya wahyu pertama Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.
Malam penuh keberkahan ini menjadi waktu yang istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang, KH Ahmad Baijuri Khotib, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat perbedaan tanggal peringatan Nuzulul Quran. Hal tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan penetapan awal Ramadan di Indonesia.
“Akibat perbedaan tersebut, malam ke-17 Ramadan sebagai peringatan Nuzulul Quran juga memiliki dua tanggal berbeda. Versi Muhammadiyah jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026, sedangkan versi Pemerintah dan Nahdlatul Ulama pada Sabtu, 7 Maret 2026,” jelas KH Ahmad, Jumat (6/3/2026).
Meski terdapat perbedaan penanggalan, ia menegaskan bahwa esensi peringatan Nuzulul Quran tetap sama, yakni sebagai momentum bagi umat Islam untuk semakin mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Secara historis, Nuzulul Quran merupakan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu pertama yang diterima Rasulullah adalah Surah Al-Alaq ayat 1 hingga 5.
Peristiwa tersebut menjadi titik awal diangkatnya Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul sekaligus dimulainya penyebaran ajaran Islam kepada umat manusia.
Karena memiliki nilai sejarah yang sangat besar, malam Nuzulul Quran biasanya diperingati dengan berbagai kegiatan keagamaan. Di berbagai daerah, umat Muslim mengisinya dengan pengajian, tadarus Al-Qur’an, khataman, hingga tabligh akbar di masjid dan mushala.
Terkait amalan yang dianjurkan, KH Ahmad menjelaskan bahwa tidak ada doa khusus yang diwajibkan pada malam Nuzulul Quran. Namun umat Islam dianjurkan memperbanyak doa dan dzikir, terutama setelah menyelesaikan khataman Al-Qur’an.
Salah satu doa yang sering dibaca adalah doa khatam Al-Qur’an yang dinukil dari karya ulama besar Imam Al-Ghazali. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan membaca doa yang biasa dipanjatkan pada malam Lailatul Qadar:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.” Yang artinya: “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.”
Momentum Nuzulul Quran diharapkan dapat menjadi pengingat bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dalam setiap aspek kehidupan.
Amalan Sunah Malam Nuzulul Quran
Ada sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan pada malam Nuzulul Quran, di antaranya:
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an
- Memperbanyak zikir
- Melaksanakan salat malam
- Melaksanakan iktikaf di masjid
Dengan memahami makna serta amalan yang dianjurkan, diharapkan umat Islam dapat memanfaatkan malam Nuzulul Quran sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan semakin dekat dengan Al-Qur’an selama bulan suci Ramadan. san/*






