KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Tragedi yang menimpa seorang pria di Taman Asri, Kelurahan Gaga, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Minggu (26/10/2025) malam, menjadi peringatan keras bagi warga agar lebih waspada terhadap bahaya listrik saat banjir. Korban ditemukan tewas diduga akibat tersengat arus listrik ketika genangan air merendam rumah-rumah warga.
Peristiwa tersebut memunculkan keprihatinan mendalam dari jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Kapolres Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., mengimbau warga untuk selalu memastikan arus listrik di rumah dipadamkan ketika air mulai naik. “Ini bukan hal sepele, karena arus listrik bisa menjadi pembunuh senyap saat banjir,” ujarnya tegas.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PLN dan pemerintah daerah agar segera mematikan aliran listrik di kawasan rawan genangan, terutama ketika curah hujan tinggi. Langkah ini diharapkan bisa mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Warga juga diharapkan menghindari penggunaan alat elektronik atau kabel ekstensi di lantai dasar yang mudah terendam air,” tambahnya.
Sementara itu, peristiwa tewasnya korban menjadi pengingat bahwa mitigasi bencana banjir tidak hanya soal evakuasi dan logistik, tetapi juga soal keselamatan dasar seperti listrik dan instalasi rumah tangga. Banyak warga kerap lupa mencabut stop kontak atau mematikan meteran listrik karena panik ketika air mulai masuk rumah.
Bhabinkamtibmas dan petugas Pamapta Polsek Ciledug kini aktif melakukan patroli keliling untuk memberi imbauan langsung kepada warga di kawasan rawan banjir. Selain itu, mereka juga mendata titik-titik genangan yang memiliki jaringan listrik berisiko tinggi.
Kapolres menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan. “Kalau melihat ada kabel terkelupas, tiang miring, atau percikan listrik saat banjir, segera lapor ke call center 110. Kami akan tindaklanjuti segera,” katanya.
Ia berharap tragedi di Kelurahan Gaga menjadi pelajaran penting bagi semua pihak agar lebih sigap menghadapi musim penghujan. “Kewaspadaan kecil bisa menyelamatkan banyak nyawa,” pungkas Jauhari. san/*







