JAKARTA, KONSEPNEWS – Indonesia kembali mencuri perhatian di ajang Global Health Awards 2026. Rumah Sakit Persahabatan berhasil meraih penghargaan Green Hospital of The Year, sementara Widya Aesthetic Clinic milik Ayu Widyaningrum menyabet Innovative Medical Centre of The Year in Asia-Pacific 2026.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam rangkaian Healthcare Insights & Leadership Forum 2026 yang digelar di Grand Hyatt Jakarta dan dihadiri para pemimpin industri kesehatan dari berbagai negara Asia-Pasifik.
Direktur Operasional RS Persahabatan, Arif Rahman Sadad, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen rumah sakit dalam membangun lingkungan penyembuhan yang ramah lingkungan.
“Penghargaan ini kami dapat karena tidak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi juga menciptakan lingkungan rumah sakit yang memenuhi standar green hospital, mulai dari pencahayaan, efisiensi energi, hingga penyediaan ruang terbuka hijau,” ujarnya kepada wartawan, Selasa 21 April 2026 di Grand Hyatt Jakarta.
Ia menjelaskan, konsep tersebut sangat penting terutama bagi RS Persahabatan yang dikenal sebagai rujukan utama penyakit paru di Indonesia. Menurutnya, kualitas udara dan lingkungan menjadi faktor krusial dalam proses penyembuhan pasien.
“Karena kami menangani banyak kasus respirasi, risiko penularan lewat udara tinggi. Maka lingkungan yang sehat dan sistem yang baik sangat menentukan kesembuhan pasien,” katanya.
Arif juga mengungkapkan bahwa RS Persahabatan telah mulai beralih ke penggunaan energi ramah lingkungan berbasis tenaga surya. Panel solar cell dipasang di atap gedung untuk mendukung operasional rumah sakit.
“Ke depan, kami targetkan hingga 50 persen kebutuhan listrik bisa dipenuhi dari energi surya. Ini belum banyak diterapkan di rumah sakit Indonesia, dan kami ingin menjadi pelopor,” jelasnya.
Selain itu, RS Persahabatan juga tengah mengembangkan inovasi layanan medis, termasuk penjajakan program transplantasi paru melalui kerja sama internasional. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pasien Indonesia untuk berobat ke luar negeri.
“Harapannya, pasien penyakit paru kronis bisa mendapatkan penanganan maksimal di dalam negeri,” tambahnya.
Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi kenyamanan, keamanan, maupun keberlanjutan lingkungan rumah sakit.
“Ini bukan akhir, tapi pemicu agar kami terus lebih baik lagi, tidak hanya untuk pasien, tapi juga keluarga pasien dan seluruh tenaga kesehatan,” tegas Arif.
Sementara itu, Dr Ayu Widyaningrum juga menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan yang diraih kliniknya, Widya Aesthetic Clinic di tingkat Asia-Pasifik. Ia menyebut inovasi menjadi kunci dalam menghadapi persaingan industri kesehatan yang semakin ketat.
Ajang Global Health Awards sendiri merupakan penghargaan internasional yang mengapresiasi inovasi, kepemimpinan, dan standar layanan di sektor kesehatan global. Kegiatan ini merupakan bagian dari forum yang diselenggarakan oleh GlobalHealth Asia-Pacific.
Dengan raihan ini, Indonesia dinilai semakin menunjukkan kapasitasnya dalam menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional, sekaligus memperkuat posisinya di kancah Asia-Pasifik. ***





