TANGSEL, KONSEPNEWS – Pemerintah Kota Tangerang Selatan bersiap meluncurkan platform layanan terpadu berbasis digital bertajuk Tangsel One (Tangerang Selatan One System) sebagai langkah percepatan transformasi pelayanan publik. Inovasi ini digadang-gadang menjadi solusi atas kebutuhan masyarakat akan layanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi dalam satu sistem.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa kehadiran Tangsel One merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu pintu berbasis kecerdasan buatan.
“Semua layanan publik yang dibutuhkan masyarakat nanti akan terhimpun dalam satu platform berbasis AI. Warga juga bisa menyampaikan aspirasi dan bertanya banyak hal mengenai Kota Tangsel secara langsung,” ujar Benyamin.
Ia menambahkan, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi birokrasi. Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan mempermudah masyarakat sekaligus mempercepat proses pelayanan.
“Harapannya, Tangsel One bisa benar-benar memudahkan masyarakat dan menjadi wajah baru pelayanan publik yang modern, terintegrasi, dan efisien,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, Tb. Asep Nurdin, menjelaskan bahwa Tangsel One mengusung konsep chat-first berbasis AI yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan hanya melalui percakapan digital.
“Platform ini menggabungkan satu data dengan kemudahan berbasis percakapan. Masyarakat bisa mengurus berbagai keperluan, mulai dari perizinan hingga pengaduan, cukup melalui WhatsApp tanpa proses yang rumit,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa sistem ini menghadirkan layanan contactless atau tanpa tatap muka, sehingga warga dapat mengakses layanan kapan saja dan di mana saja. Hal ini menjadi solusi atas keterbatasan akses layanan konvensional yang selama ini masih terfragmentasi.
Selain itu, penggunaan teknologi AI memungkinkan pelayanan yang lebih objektif dan transparan. Sistem ini dirancang untuk meminimalisir potensi diskriminasi sekaligus memastikan informasi yang diberikan tetap akurat dan konsisten.
“Dengan Tangsel One, masyarakat juga bisa mencari informasi seputar kota, mulai dari wisata, kuliner, hingga layanan publik lainnya dalam satu ruang obrolan,” tambah Asep.
Dengan konsep “Satu Akses, Satu Data, Satu Tangsel”, platform ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ekosistem smart city yang inklusif. Pemkot Tangsel optimistis Tangsel One akan menjadi lompatan besar dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. san/*







