KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Hafidz Alfikar, seorang wartawan Tangerangpedia.com, melaporkan kasus pemukulan yang dialaminya oleh oknum anggota relawan Komando Barisan Maryono (Kobam) ke Polres Metro Tangerang Kota pada Senin (02/06/2025) sore. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/755/VI/2025/SPKT.
Menurut Hafidz, pemukulan terjadi secara mendadak tanpa provokasi. “Ya saya tidak terima atas kejadian pemukulan itu, tanpa sebab tanpa alasan memukul perut saya tuh orang,” ungkapnya kepada awak media. Akibat pukulan tersebut, ia merasakan nyeri di perut bagian bawah ulu hati. “Semalem baru kerasa nyeri,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Jaringan Pemenangan Kobam, Ahmad Epi Hartono, menyatakan bahwa pelaku pemukulan adalah anggotanya dan berjanji akan melakukan evaluasi internal terkait kejadian itu.
Dengan Kejadian tersebut, Hafidz berharap agar kasus ini diusut tuntas agar dapat memberikan efek jera bagi pelakunya. “Saya meminta kasus ini segera dituntaskan dan agar ada efek jera bagi pelakukanya sehingga tidak bisa seenaknya melakukan aksi kekerasan,” tegasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang insiden kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia. Sebelumnya, pada April 2025, seorang jurnalis foto dari Kantor Berita Antara, Makna Zaezar, juga menjadi korban pemukulan oleh anggota tim pengamanan Kapolri di Stasiun Tawang, Semarang. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden tersebut dan berjanji akan mengusut tuntas kejadian itu. san/*





