WEF 2026: DANA Dorong Inovasi Digital dan Keberlanjutan Ekonomi

by

JAKARTA, KONSEPNEWS – Isu inklusi keuangan mencuat sebagai strategi ketahanan ekonomi dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, dan DANA menempatkannya sebagai fondasi utama ekspansi layanan keuangan digital di Indonesia. Pergeseran paradigma ini menegaskan bahwa inklusi bukan lagi sekadar agenda sosial, melainkan instrumen pertumbuhan jangka panjang bagi negara berkembang.

Bagi Indonesia, akselerasi inklusi keuangan menjadi kunci memperluas basis ekonomi formal. Data internal DANA menunjukkan 43% pengguna berasal dari kelompok unbanked dan 86% dari kota tier 2-4. Angka ini mengindikasikan bahwa penetrasi dompet digital telah menjangkau wilayah di luar pusat ekonomi utama, memperluas akses layanan keuangan digital secara signifikan.

Ekspansi tersebut bukan hanya memperbesar jumlah pengguna, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah. Dengan semakin banyak masyarakat yang terhubung ke sistem pembayaran digital, transaksi menjadi lebih transparan, efisien, dan tercatat dalam sistem formal, mendukung stabilitas ekonomi nasional.

Namun, inklusi tanpa literasi berpotensi menciptakan risiko baru. Karena itu, DANA menekankan pentingnya penguatan edukasi finansial dan kepercayaan publik. Tingkat loyalitas pengguna tercermin dari Net Promoter Score (NPS) sebesar 84,44%, yang menunjukkan tingkat rekomendasi yang kuat di tengah persaingan industri fintech Indonesia yang semakin kompetitif.

Di sisi sosial, program SisBerdaya dan DisBerdaya menjadi instrumen konkret perluasan inklusi. Lebih dari 9.000 UMKM perempuan dan penyandang disabilitas telah dijangkau melalui edukasi dan pendampingan, memperlihatkan bahwa transformasi digital dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi kelompok rentan.

Dalam konteks WEF Davos 2026, pendekatan ini sejalan dengan diskursus global tentang ketahanan ekonomi berbasis inklusi. Negara berkembang dituntut membangun sistem keuangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga merata dan adaptif terhadap perubahan teknologi.

Sebagai dompet digital, DANA memosisikan inklusi keuangan sebagai strategi bisnis yang terukur. Pertumbuhan pengguna, perluasan wilayah, serta peningkatan literasi keuangan menjadi indikator kualitas ekspansi, bukan sekadar angka unduhan aplikasi.

Pasca WEF 2026, DANA menyatakan akan terus mendorong adopsi layanan keuangan digital dan memperkuat literasi finansial masyarakat. Dalam perspektif jangka panjang, langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem teknologi finansial Indonesia yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.