JAKARTA, KONSEPNEWS – Jika kita membaca judulnya, agaknya sudah cukup bikin merinding, “Pulung Gantung Pati Ngendat”. Film yang bergenre horor produksi Makara Production ini berusaha menyelami lapisan terdalam mitos Jawa yang gelap, dan hasilnya cukup bikin bulu kuduk berdiri.
Namun apakah film ini berhasil menghidupkan teror mistis, atau justru membuat penonton tersesat pada jalan ceritanya?
Cerita Yang Kaya, Tapi Agak Berliku
Film horor yang mengangkat kisah urban legend ini mengisahkan kemunculan Pulung Gantung, semacam cahaya mistis yang konon dipercaya sebagai pertanda kematian.
Nuansa lokal yang diangkat pun sangat terasa. Mulai dari dialog, pakaian, hingga lokasi pedesaan yang cukup autentik. Pada awal film, kita langsung disuguhi atmosfer mencekam, yang perlahan dibangun melalui suara gamelan samar dan tatapan penduduk desa yang penuh misteri.
Namun sayangnya, alur cerita terkadang terasa sedikit berantakan. Ada beberapa transisi yang terasa lompat-lompat, bahkan ada momen di mana penonton mungkin harus menebak sendiri maksud dari adegan tertentu.
Namun, bagi yang sudah akrab dengan cerita-cerita rakyat Jawa, mungkin saja hal ini justru menjadi nilai tambah tersendiri.
Visual dan Suasana
Harus juga diakui, visual dan tone di film ini menjadi salah satu kekuatannya. Sinematografi yang gelap namun tetap dikemas dengan artistik cukup berhasil menggambarkan suasana mencekam tanpa harus banyak darah atau jump scare murahan.
Suara latar juga cukup efektif, kadang hanya derit kayu atau bunyi angin malam yang mungkin bikin penonton bergidik.
Disinggung mengenai akting dari para bintangnya, para pemainnya boleh dikatakan terlihat total, terutama pemeran tokoh dukun tua yang penuh karisma dan aura misterius.
Namun sayangnya, beberapa aktor pendukung masih terkesan agak kaku dan kurang menyatu dengan suasana yang dibangun. Ada beberapa dialog yang juga terdengar lumayan kaku, seperti terlalu menghafal skrip.
Secara umum, film Pulung Gantung Pati Ngendat boleh dibilang merupakan usaha berani untuk mengangkat horor lokal dengan akar budaya yang kuat. Meski masih ada kekurangan dari segi narasi dan ritme, namun film ini cukup layak diapresiasi lantaran berhasil menghadirkan suasana mistis yang jarang ditemukan di horor Indonesia masa kini. Buat para penonton yang suka genre horor dengan sentuhan budaya, tentunya film ini layak masuk dalam daftar tonton. yz




