KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Semangat Raden Ajeng Kartini, sang pelopor emansipasi wanita Indonesia, terus menginspirasi banyak perempuan di seluruh negeri. Setiap tahun, hari kelahirannya diperingati sebagai momentum nasional untuk mengenang perjuangan dan jasa-jasanya. Warisan pemikiran dan semangat Kartini melintasi zaman dan terwujud dalam berbagai bentuk pengabdian di berbagai bidang.
Di Kota Tangerang, sosok Hanifah Bowo menjelma menjadi salah satu Kartini masa kini yang mendedikasikan dirinya di bidang lingkungan. Sejak tahun 2009, Hanifah Bowo aktif bergerak dalam upaya pelestarian lingkungan Kota Tangerang. Menariknya, dedikasi ini muncul bukan dari latar belakang pendidikan formal di bidang lingkungan, melainkan dari niat tulus untuk menjaga kota tempat tinggalnya.
“Saya tidak punya latar belakang tentang lingkungan secara profesional. Saya hanya berniat untuk menjaga lingkungan di Kota Tangerang,” tuturnya dengan penuh semangat. Baginya, menjaga lingkungan adalah wujud kontribusi nyata bagi kota yang telah memberikan kehidupan dan berbagai kemudahan baginya dan seluruh warga.
Dalam perjalanannya, Hanifah Bowo menjalin kerja sama erat dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang. Kolaborasi ini membuahkan hasil yang signifikan, salah satunya adalah pembentukan 1.000 bank sampah yang tersebar di seluruh penjuru Kota Tangerang. Hingga kini, Hanifah Bowo masih aktif berperan sebagai instruktur dalam Program Kampung Iklim (Proklim), sebuah inisiatif untuk meningkatkan kesadaran dan aksi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim.
Bersama enam pengurus lainnya, Hanifah Bowo menjadi pionir dalam mendirikan bank sampah di Kota Tangerang. Mereka memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya daur ulang sampah dan bagaimana sampah dapat diolah menjadi nilai tambah ekonomi. Kini, bank sampah di Kota Tangerang telah berkembang pesat, banyak di antaranya meraih penghargaan hingga tingkat nasional, sebuah pencapaian yang sangat membanggakan dan menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan.
Selain aktif dalam pengelolaan sampah, Hanifah Bowo juga terlibat aktif dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) di tingkat lingkungan hingga Kota Tangerang. Bersama anggota KWT Kenanga di sekitar kediamannya, ia bahu-membahu dalam berbagai kegiatan pertanian, mulai dari penanaman bibit, perawatan tanaman, hingga proses panen dan pemasaran hasil tani.
Salah satu prinsip utama yang dipegang teguh oleh Hanifah Bowo dan anggota KWT adalah praktik pertanian organik. Mereka memastikan tidak menggunakan pestisida dalam proses bertani, sehingga seluruh hasil panen aman untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan. Dedikasi dan kontribusi Hanifah Bowo di bidang lingkungan ini mendapatkan pengakuan dari berbagai pihak.
Baru-baru ini, Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Banten memberikan penghargaan kepada Hanifah Bowo sebagai Perempuan Inspiratif atas pengabdiannya yang berkelanjutan di bidang lingkungan sejak tahun 2009. Di hari peringatan Kartini ini, Hanifah Bowo menyampaikan harapannya agar generasi muda Kota Tangerang dapat turut aktif menjaga lingkungan di tengah kesibukan mereka, serta terus menggaungkan semangat kesetaraan gender agar perempuan semakin berdaya. san/*





