KOTA TANGERTANG, KONSEPNEWS – FPTI Kota Tangerang Borong 8 Emas di Kejurprov Banten 2025, Siap Tancap Gas ke Kejurnas
Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Tangerang kembali menunjukkan dominasinya di dunia olahraga panjat tebing. Dalam ajang Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Banten Panjat Tebing 2025, yang berlangsung pada 23–25 Mei di Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, kontingen Kota Tangerang keluar sebagai juara umum dengan mengoleksi 8 medali emas dari total 15 nomor yang dipertandingkan.
Ketua Umum FPTI Kota Tangerang, Fredyanto, menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian tersebut. Namun, ia menekankan bahwa hasil ini harus menjadi batu loncatan, bukan tempat beristirahat. “Kami bersyukur atas gelar juara umum ini, tapi kami juga sadar bahwa perjalanan masih panjang. Ini justru menjadi pemicu semangat untuk terus berlatih menghadapi event yang lebih besar seperti Popda dan Porprov Banten 2026,” ujarnya.
Prestasi ini bukan hanya soal medali, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang telah dilakukan FPTI Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir. Dari ajang Kejurprov 2025 ini, sebanyak 15 atlet kelompok umur dinyatakan lolos seleksi dan akan dipersiapkan untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 2025, yang rencananya akan digelar di Kota Tangerang.
Menurut Fredyanto, keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif dari semua elemen, mulai dari atlet, pelatih, hingga pengurus FPTI Kota Tangerang. Ia menyampaikan apresiasi khusus bagi tim pelatih yang telah menyusun program latihan berkelanjutan serta dukungan dari pemerintah kota dan masyarakat pecinta olahraga ekstrem. “Ini kemenangan bersama. Kami tidak bisa berdiri di podium tanpa kerja tim yang luar biasa,” tegasnya.
Panjat tebing sendiri telah menjadi cabang olahraga unggulan di Kota Tangerang dalam beberapa tahun terakhir. Banyak atlet muda binaan lokal yang mulai mencuri perhatian di tingkat regional hingga nasional, berkat pembinaan sistematis dan program kompetisi yang konsisten. Tak heran jika Kota Tangerang kini dikenal sebagai salah satu kawah candradimuka atlet panjat tebing muda di Banten.
Ajang Kejurprov Banten 2025 juga sekaligus menjadi pemanasan penting menjelang Kejurnas, terutama karena akan digelar di rumah sendiri. Hal ini memberikan keuntungan bagi atlet Kota Tangerang dalam hal adaptasi medan dan mental bertanding. “Kami ingin tunjukkan bahwa bukan hanya tuan rumah, tapi juga juara yang lahir dari proses panjang,” tambah Fredyanto.
Lebih jauh, FPTI Kota Tangerang juga menyiapkan program regenerasi dengan memperkuat klub-klub lokal dan mendorong kolaborasi dengan sekolah serta komunitas pecinta alam. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan atlet dari usia dini. “Panjat tebing bukan sekadar olahraga, tapi bagian dari karakter dan mental juang generasi muda,” pungkasnya.
Dengan torehan prestasi ini, panjat tebing Kota Tangerang tidak hanya mengukuhkan posisi di level regional, tetapi juga bersiap menggebrak panggung nasional. Semua mata kini tertuju ke Kejurnas 2025, di mana para atlet muda akan kembali diuji dan diberi kesempatan untuk mengharumkan nama daerah. san/*







