JAKARTA, KONSEPNEWS – Mariah Carey mengungkapkan bahwa dirinya masih menyimpan rasa marah terhadap hubungan masa lalunya, khususnya pernikahan kontroversial dengan mantan eksekutif musik Tommy Mottola. Dalam wawancara eksklusif bersama Harper’s Bazaar UK edisi September 2025, diva pop berusia 56 tahun itu bicara blak-blakan tentang luka lama yang hingga kini masih membekas.
“Kadang aku masih merasa marah tentang masa itu, tapi kurasa aku sudah berdamai dengan semuanya,” ujar Mariah. “Bagaimanapun, aku sudah berjanji untuk berhenti membicarakannya.”
Meski begitu, pelantun Heartbreaker ini mengakui bahwa humor adalah caranya untuk bertahan. “Humor adalah pelarianku, dan orang-orang yang mengenalku tahu soal itu,” ungkapnya. “Aku akan melemparkan candaan kecil tentang apa yang pernah terjadi, karena jika tidak, setiap hari bisa jadi cerita sedih… Itu mekanisme bertahan, tapi memang sudah jadi bagian dari diriku untuk tertawa.”
Mariah dan Tommy mulai menjalin hubungan pada 1991, ketika Mottola yang saat itu menjabat sebagai bos Columbia Records melihat potensi besar dalam diri Carey muda dan membantu membesarkan kariernya. Mereka menikah pada 1993 dalam sebuah pernikahan megah di New York, saat Mottola telah menjabat sebagai CEO Sony Music. Namun, di balik kemewahan itu, Mariah menyebut hubungan mereka sangat tidak seimbang.
Dalam wawancara sebelumnya dengan Cosmopolitan pada 2019, Mariah bahkan menyamakan pernikahan itu dengan kehidupan seorang “pengantin anak.” Ia mengatakan, “Ada upaya sadar untuk membuatku terlihat seperti gadis Amerika seutuhnya, apa pun maksudnya. Semuanya dikontrol. Tak ada kebebasan bagiku sebagai manusia. Rasanya seperti menjadi tahanan.”
Saat ini, Mariah lebih fokus pada kebahagiaan dan kehidupannya yang lebih bebas. Meski masa lalu tak bisa dihapus, ia memilih untuk menghadapinya dengan tawa, dan tentu saja, dengan kekuatan vokalnya yang masih memikat dunia. ***







