JAKARTA, KONSEPNEWS – Ribuan pengemudi ojek online yang tergabung dalam komunitas URC Bergerak menggelar aksi damai di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Jumat (7/11/2025). Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap sejumlah poin dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek online yang tengah disiapkan pemerintah.
Sedikitnya 5.000 pengemudi ojol hadir dalam aksi itu. Mereka menyuarakan lima tuntutan utama, di antaranya menolak potongan 10 persen dalam rancangan Perpres, menolak status mitra dijadikan pekerja atau buruh, menolak pengaturan jam kerja (on-bid), serta menolak campur tangan pihak-pihak non-ojol dalam penyusunan aturan tersebut. Selain itu, mereka juga mendesak pemerintah menerbitkan payung hukum yang adil dan berpihak kepada seluruh pelaku transportasi online.
“Kami menolak disebut pekerja karena sejatinya kami adalah pelaku usaha jasa transportasi online yang bermitra dengan penyedia aplikasi. Penghasilan kami berasal dari pelanggan, bukan dari perusahaan aplikasi,” tegas Oky, juru bicara URC Bergerak di sela aksi.
Dalam unjuk rasa itu, delapan perwakilan pengemudi diterima langsung oleh Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro di kantor Sekretariat Negara. Mereka menyerahkan kajian dan konsep usulan mengenai Perpres Ojol yang diharapkan menjadi dasar pertimbangan Presiden Prabowo Subianto dalam menyusun kebijakan.
Menurut Oky, pertemuan berlangsung kondusif. Wamensesneg Juri Ardiantoro disebut menerima seluruh dokumen usulan tersebut untuk kemudian disampaikan kepada Presiden.
“Alhamdulillah, semua masukan kami diterima dengan baik. Pak Juri bahkan mengaku baru kali ini mendapat langsung pandangan dari komunitas ojol, bukan dari pihak luar,” ujar Oky.
Ia menambahkan, Juri juga memberikan perhatian khusus terhadap lady driver, terutama terkait perlindungan dan peningkatan kesejahteraan mereka di lapangan. “Beliau juga berjanji akan melibatkan URC Bergerak dalam pembahasan Perpres ke depan,” lanjut Oky.
Oky turut menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian yang menjaga jalannya aksi hingga selesai dengan aman, serta kepada awak media yang turut meliput penyampaian aspirasi tersebut. “Semoga perjuangan ini diridhai Allah SWT dan membawa keadilan bagi semua mitra ojol di Indonesia,” tutupnya. ***







