KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Silaturahmi Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari ke Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 02 Batuceper pada Kamis sore menjadi sebuah narasi kolaboratif antara aparat keamanan dan lembaga pesantren dalam menjaga stabilitas wilayah. Pertemuan ini dipandang sebagai upaya memperkuat hubungan emosional antara Polri dan para tokoh agama sebagai mitra strategis dalam menjaga kamtibmas.
Kunjungan yang berlangsung pukul 17.00 WIB itu diwarnai sambutan hangat dari pimpinan pesantren, menunjukkan kuatnya hubungan historis antara Polres Metro Tangerang Kota dan Pondok Pesantren Ash-Shiddiqiyah 02. Begitu memasuki area pesantren, Kapolres langsung berbincang mengenai situasi keamanan masyarakat, termasuk penguatan nilai-nilai moderasi beragama di lingkungan santri.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolres menekankan pentingnya ruang pendidikan keagamaan sebagai pusat pembangunan moral generasi muda. Ia menyampaikan bahwa keamanan tidak bisa berjalan efektif tanpa dukungan lingkungan pendidikan yang menjaga nilai toleransi, ketertiban, dan kedisiplinan. Dialog itu berlangsung cair dan penuh kehangatan, menandakan kedekatan kedua institusi.
Rombongan kepolisian yang turut hadir antara lain Kasat Binmas AKBP Rahmad Hariyanto, Ps. Kasat Narkoba Kompol Rihold Sihotang, Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan, serta Bhabinkamtibmas Batujaya Aiptu Suharno. Keterlibatan para pejabat ini menunjukkan bahwa pesantren menjadi salah satu mitra penting dalam menjalankan program pembinaan masyarakat yang digencarkan Polri.
Pihak pesantren yang dipimpin Ustad H. Abdul Rohim, M.Pd., menegaskan komitmen mereka untuk terus bekerja sama dalam mendukung program keamanan lingkungan. Mereka menilai kunjungan Kapolres merupakan bentuk perhatian yang sangat berarti, terutama dalam upaya membentengi santri dari pengaruh negatif seperti narkoba, perundungan, dan pergaulan bebas.
Kapolres juga menyampaikan bahwa Polri siap menghadirkan kegiatan edukatif secara berkala, mulai dari penyuluhan hukum, pembinaan karakter, hingga pelatihan penguatan kamtibmas berbasis komunitas. Ia menekankan bahwa pendekatan humanis adalah kunci menjaga hubungan yang sehat antara aparat keamanan dan masyarakat pesantren.
Kegiatan silaturahmi semakin hangat ketika doa bersama dipanjatkan dan dilanjutkan dengan ramah tamah antara pengurus pesantren dan rombongan kepolisian. Momen itu menggambarkan hubungan personal yang sudah lama terjalin dan terus diperkuat melalui pertemuan rutin seperti ini.
Pertemuan kemudian ditutup dengan pesan Kapolres bahwa sinergi antara Polri, pesantren, dan masyarakat adalah pondasi penting bagi terciptanya wilayah yang aman dan damai. Ia berharap kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan simbolis, tetapi berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi santri dan warga sekitar. san/*







