KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Upaya Polsek Ciledug mengurangi potensi kriminalitas di ruang publik kembali membuahkan hasil setelah lima pemuda bersenjata tajam diamankan dalam patroli KRING SERSE pada Selasa siang. Aksi cepat ini dilakukan di Jl. Puri Permata, Pondok Bahar, Karang Tengah, salah satu kawasan yang kerap dijadikan titik kumpul remaja sebelum melakukan tawuran. Polisi memastikan penindakan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang menekan eskalasi kekerasan jalanan di Kota Tangerang.
Petugas yang dipimpin Iptu Montana M.P., S.H., M.H. mencurigai gerak-gerik para pemuda yang tampak saling menunggu dan terus memperhatikan lingkungan sekitar. Ketika dihampiri, tiga di antara mereka kedapatan membawa celurit dan corbek, sedangkan dua lainnya berperan sebagai joki. Motif pergerakan kelompok kecil seperti ini dinilai aparat sebagai pola klasik tawuran modern yang mengandalkan mobilitas cepat menggunakan sepeda motor.
Identitas kelima pemuda tersebut terungkap dengan usia yang mayoritas sudah masuk kategori dewasa muda: WF (24) pembawa celurit, NI (22) pembawa celurit, MR (24) membawa corbek, serta dua joki berinisial MR dan TS. Petugas menilai kelompok ini sudah memahami cara menghindari pantauan warga, sehingga langkah cepat polisi menjadi krusial untuk memutus aksi sebelum berkembang menjadi bentrokan.
Kapolsek Ciledug, Kompol R.A. Dalby, S.Pd., M.H., menjelaskan bahwa patroli rutin merupakan upaya menutup peluang terjadinya tawuran sekaligus meningkatkan keamanan wilayah. Menurutnya, respons cepat anggota di lapangan telah berhasil mencegah kemungkinan eskalasi kekerasan yang bisa muncul hanya dalam hitungan menit. Pergerakan kelompok kecil bersenjata semacam ini dinilai sebagai bentuk gangguan kamtibmas yang perlu ditangani secara tegas.
Aparat kini tengah memperketat patroli di titik rawan seperti jalan-jalan kecil di permukiman padat yang sering dijadikan jalur pergerakan pemuda. Strategi ini sekaligus memberi rasa aman bagi warga yang kerap merasa was-was dengan maraknya aksi kejahatan jalanan. Langkah antisipasi ini juga diperkuat dengan pengawasan jam-jam rawan aktivitas remaja dan pemotor.
Barang bukti berupa dua bilah celurit, satu corbek, dan dua sepeda motor kini diamankan untuk penyelidikan lanjutan. Polisi mendalami apakah senjata tajam tersebut akan digunakan dalam serangan terencana atau hanya dibawa untuk menimbulkan rasa takut kepada kelompok lain. Temuan ini menjadi dasar bagi aparat untuk mengungkap jaringan pemuda yang mungkin terlibat dalam aksi kekerasan.
Kelima pelaku telah dibawa ke Mapolsek Ciledug untuk pemeriksaan mendalam. Proses penyidikan dilakukan untuk mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain yang memberi arahan atau menyediakan senjata. Polisi menegaskan bahwa pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan wilayah perkotaan tetap aman dari ancaman tawuran dan kriminalitas anak muda.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, mengajak warga terus melapor melalui call center 110 dan layanan WhatsApp aduan kepolisian. Keterlibatan masyarakat disebut penting untuk memutus rantai aksi kriminalitas, terutama pergerakan pemuda yang membawa senjata tajam dan memicu keresahan publik. san/*







