JAKARTA, KONSEPNEWS – Konser amal 100 Musisi Heal Sumatera di T Space, Tangerang Selatan, menghadirkan lebih dari sekadar pertunjukan musik. Dalam waktu tujuh hari sejak digagas, acara ini menjelma menjadi gerakan sosial besar yang berhasil mengumpulkan lebih dari Rp 15 miliar bagi korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Konser ini diprakarsai Dokter Tompi, Kadri Mohamad, Irma Hutabarat, serta Iluni UI yang menghubungkan jaringan musisi lintas generasi untuk tujuan kemanusiaan.
Para musisi, dari Vina Panduwinata, Maliq & D’Essentials, Vincent Rompies, Gading Marten hingga Judika, hadir tanpa menerima bayaran sepeser pun. Tompi mengungkap bahwa banyak musisi bahkan mengorbankan agenda pribadi demi hadir di panggung solidaritas tersebut. “Semua yang saya hubungi langsung bilang siap dan mereka geser jadwal. Itu bentuk kepedulian yang nggak bisa dibeli,” ungkapnya.
Irma Hutabarat menambahkan bahwa hubungan emosional di antara para musisi membuat proses koordinasi berjalan lebih cepat dan mulus. Ia menyebut bahwa kekuatan konser ini bukan hanya terletak pada besar kecilnya donasi, tetapi pada energi kolektif yang terbangun dari kepedulian bersama. “Mereka datang karena mau mengulurkan tangan, bukan karena popularitas,” ujarnya.
Konser ini juga memiliki akar moral yang kuat dari pengalaman para musisi saat membantu korban gempa Palu beberapa tahun lalu. Kadri Mohamad mengungkap bahwa memori itu menjadi pemantik utama tercetusnya Heal Sumatera. “Waktu bencana Palu kita pernah turun tangan, jadi kita tahu bagaimana harus bergerak,” tegasnya.
Selain menggalang dana, konser ini juga membawa pesan moral kepada masyarakat. Tompi mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi bencana untuk mencari keuntungan. “Jangan sampai harga kebutuhan pokok dinaikkan. Kalau bisa bantu, bantu. Jangan persulit,” katanya dari atas panggung, disambut tepuk tangan penonton.
Donasi yang terkumpul mencapai Rp 15.179.230.059, dengan BUMN memberikan dukungan terbesar sebesar Rp 13 miliar. Selain itu, donasi pribadi mengalir dari berbagai tokoh publik. Iluni UI kemudian menyalurkan bantuan melalui jaringan relawan yang berada langsung di daerah terdampak, memastikan bantuan mencapai titik yang paling membutuhkan.
Pemerintah melalui Dirjen Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menilai konser ini membawa dampak sosial dan budaya yang signifikan. Ia mengapresiasi bagaimana budaya gotong royong tetap hidup dan berkembang lewat musik. “Solidaritas publik selalu memiliki dampak berbeda. Ini bukti budaya kita masih kuat,” ucapnya.
Irma Hutabarat juga mengingatkan bahwa tragedi kemanusiaan yang berulang tidak terlepas dari ketidakseimbangan ekologis. Menurutnya, masyarakat harus belajar dari bencana ini. “Pembangunan boleh, tapi harus seimbang. Kalau kita tebang seribu pohon, kita tanam seribu pohon,” tuturnya. Konser ini ditutup dengan komitmen baru: menargetkan Rp 100 miliar bantuan dengan rangkaian konser lanjutan yang sudah disiapkan. san/*






