JAKARTA, KONSEPNEWS – Dalam suasana panggung yang dihiasi deretan lampu keemasan dan dekorasi modern bernuansa premium, Bogasari SME Award 2025 kembali menjadi pusat perhatian. Ajang penghargaan yang telah memasuki tahun ke-15 ini dikenal sebagai “Oscar-nya para pelaku bakery & kuliner berbasis terigu”.
Sebanyak 119 peserta dari 19 provinsi hadir dengan percaya diri, membawa produk terbaik mereka—mulai pastry premium hingga jajanan rumahan—semuanya tampil dalam kemasan elegan, menciptakan atmosfer pameran kuliner mewah.
Dari 10 finalis, tiga UKM akhirnya berhasil naik podium:
⭐ Papa Cookies – Juara 1
⭐ Home Made Bakery – Juara 2
⭐ Sari Madu Bakery – Juara 3
Vice President Marketing Bogasari, Budi Hartono, menyebut bahwa tahun ini proses penjurian lebih menantang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Para finalis bukan hanya memperlihatkan produk, tetapi konsep digital dan visi jangka panjang. Kami melihat UKM Indonesia sudah naik kelas,” katanya.
Para juri eksternal—termasuk Chef selebritas Jenny Hendrawati dan analis pemasaran Rama Syahid—memberikan penilaian ketat. Rama bahkan menyempatkan melontarkan komentar lucu.
“Saya sempat salah sangka. Ada peserta yang gaya presentasinya kayak influencer. Ternyata mereka pelaku UKM keren! Standar tahun ini luar biasa,” ujarnya disambut tawa audiens.
Sementara itu, perjalanan inspiratif para pemenang menjadi sorotan panggung.
Eriyanto dari Papa Cookies mengenang awal mula usahanya pada 2010.
“Kami memulai dari dapur kecil, modal sangat minim. Tapi kami yakin inovasi tidak boleh berhenti,” katanya.
Darwin Sofjan dari Home Made Bakery mengaku terharu bisa berdiri di panggung nasional setelah puluhan tahun berjualan dari rumah.
“Kami dulu cuma punya satu meja, satu oven kecil, dan sepeda. Hari ini saya berdiri sebagai juara nasional,” tutur Darwin.
Adapun Khalimatu Sadiah dari Sari Madu Bakery mengalami kisah paling dramatis: bangkrut, terlilit utang miliaran, lalu bangkit kembali saat proyek IKN memberi peluang besar.
“Enam bulan lalu, utang itu lunas. Hari ini kami berdiri sebagai pemenang. Ini anugerah,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Acara ditutup dengan gala dinner, pertunjukan seni, dan sesi networking eksklusif yang memberikan kesempatan bagi UKM untuk memperluas koneksi bisnisnya. Malam itu bukan hanya ajang penghargaan, melainkan perayaan kemewahan kreativitas dan ketangguhan UMKM Indonesia. san/*





