KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Tak sekadar memberikan bantuan darurat, kehadiran Tam Masseur Yayasan Syakira Ramadhan bersama PITRA LKP Juang 16 di Sumatra Barat juga membawa misi pemberdayaan ekonomi bagi warga terdampak bencana. Di lokasi pengungsian, tim membuka pelatihan pijat tradisional bagi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian.
Pelatihan ini dirancang agar warga tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga peluang usaha baru. Peserta yang mengikuti program pelatihan pijat tradisional Indonesia akan memperoleh sertifikat resmi dari LKP Juang 16 sebagai bekal membuka usaha mandiri.
Instruktur PITRA, Zul Hendri, menjelaskan bahwa pelatihan dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kondisi warga. “Kami ajarkan teknik dasar yang aman dan aplikatif. Harapannya, setelah situasi membaik, keterampilan ini bisa langsung dimanfaatkan,” katanya.
Senada dengan itu, Imam Asbai menilai keterampilan pijat tradisional memiliki peluang ekonomi yang luas. “Modalnya relatif kecil, tapi manfaatnya besar. Ini cocok untuk warga yang ingin bangkit setelah bencana,” ujarnya.
Tam Masseur Yayasan Syakira Ramadhan menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemberdayaan pascabencana. “Kami ingin bantuan ini berkelanjutan. Sertifikat yang diberikan bukan sekadar simbol, tapi pengakuan keahlian,” jelasnya.
Warga Dusun Ngalau Gadang menyambut positif program tersebut. Banyak di antara mereka berharap keterampilan baru ini dapat menjadi sumber penghasilan alternatif, terutama bagi keluarga yang rumah dan lahannya terdampak bencana.
Selain warga lokal, sejumlah relawan dari Kota Tangerang juga turut mengikuti pelatihan sebagai bentuk peningkatan kapasitas di lapangan. Interaksi ini menciptakan ruang berbagi pengalaman dan solidaritas lintas daerah.
Melalui pelatihan ini, PITRA LKP Juang 16 dan Yayasan Syakira Ramadhan menunjukkan bahwa pemulihan bencana dapat dilakukan dengan pendekatan keterampilan, membuka jalan bagi kemandirian ekonomi masyarakat yang terdampak. san/*







