JAKARTA, KONSEPNEWS – PT Dyandra Media International, Tbk (DYAN) mencatatkan pendapatan Rp1,219 triliun dan laba bersih Rp30,87 miliar pada tahun 2025, meski menghadapi tekanan dari penurunan permintaan industri MICE, berkurangnya order pemerintah akibat efisiensi anggaran, dan kondisi ekonomi global.
Direktur Utama Dyandra, Daswar Marpaung, menyatakan:
“Strategi kami fokus pada penyelenggaraan IP Event seperti pameran IIMS, IFEX, dan festival Projek-D. Event berbasis IP memiliki identitas, nilai kekayaan intelektual, serta fleksibilitas terhadap tren pasar sehingga memberikan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan event biasa.”
Segmen bisnis Event/Exhibition Organizer menyumbang 80% dari total pendapatan, diikuti oleh Convention & Exhibition Hall 12%, Hotel 5%, dan event support 3%. Dyandra berhasil menekan biaya operasional sebesar 5%, menunjukkan upaya efisiensi yang terukur.
Manajemen juga memperluas kemitraan strategis, memindahkan penyelenggaraan event ke lokasi lebih luas seperti ICE BSD, sekaligus memberikan nilai tambah bagi peserta. Keberhasilan IIMS dan IFEX awal 2026 menjadi indikator positif bagi reputasi Dyandra di industri MICE tanah air.
Narasumber lain, Daswar Marpaung, menambahkan:
“Kami optimis bahwa kombinasi strategi IP Event, kemitraan strategis, dan pengendalian biaya akan membuat Dyandra terus bertumbuh di 2026, termasuk line-up event besar seperti IPA Convention, IIMS Surabaya, IFRA Business Expo, dan konser musik internasional di Jakarta.”
Dengan total aset senilai Rp1,257 triliun, Dyandra tetap fokus pada pertumbuhan yang berkelanjutan melalui diversifikasi bisnis event, promosi musik, dan pengelolaan properti event di Bali Nusa Dua. san/*





