JAKARTA, KONSEPNEWS – Pendekatan komunikasi berbasis nilai kini mulai menjadi perhatian di industri marketing dan PR. Salah satu sosok yang mendorong perubahan ini adalah Dicky Ahmad Ghiffari, yang baru saja masuk daftar 30 Under 30 Indonesia versi Campaign Asia-Pacific.
Dalam salah satu proyeknya bersama Visinema, Dicky menunjukkan bahwa kampanye sukses tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Ia memanfaatkan kekuatan cerita melalui kolaborasi dengan kreator Abe Cekut.
Alih-alih menjalankan kampanye berbayar, Dicky membangun narasi autentik yang menghasilkan jutaan impresi dan viral secara organik. Strategi ini kemudian berkembang menjadi pendekatan Value-Based Partnership.
Melalui model tersebut, Dicky berhasil menghasilkan lebih dari Rp1,5 miliar PR Value dan 4,6 juta impresi dari berbagai proyek komunikasi.
“Ketika brand, kreator, dan cerita memiliki nilai yang selaras, dampak akan tercipta secara alami,” jelas Dicky.
Kontribusinya di Gushcloud Indonesia juga memperkuat peran PR sebagai engine bisnis, bukan sekadar fungsi pendukung.
Selain itu, Dicky juga aktif membangun budaya kerja yang inklusif dengan mendorong implementasi SOP anti-pelecehan seksual bersama tim HR dan Legal.
Menurut Oddie Randa, hal ini menunjukkan kepemimpinan yang matang.
“Dia tidak hanya fokus pada hasil bisnis, tetapi juga pada perkembangan tim dan budaya kerja,” ujarnya. san/*





