KABUPATEN BEKASI, KONSEPNEWS – Kondisi pasokan dan harga bahan pokok dan barang penting (bapokting) di Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, terpantau stabil. Hal ini terungkap dalam peninjauan langsung yang dilakukan UPTD Pasar Induk Cibitung bersama Tim Bapokting Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi.
Pemantauan tersebut difokuskan untuk memastikan kelancaran distribusi serta kestabilan harga sejumlah komoditas utama, seperti bawang merah, cabai, dan bawang putih. Hasilnya, sebagian besar komoditas menunjukkan kondisi pasokan yang aman dengan harga yang relatif terkendali.
Staf Operasional Bapokting Pasar Induk Cibitung, Abdul Rohman, mengatakan bahwa pasokan bawang merah saat ini dalam kondisi baik, dengan suplai utama berasal dari Brebes, Jawa Tengah.
“Hari ini UPTD Cibitung bersama tim bahan pokok penting dari Dinas Perdagangan meninjau langsung ke lapangan untuk melihat pasokan barang dan harganya,” ujar Abdul Rohman.
Ia menjelaskan, harga bawang merah kualitas super berada di kisaran Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Sementara ukuran besar dijual Rp31 ribu hingga Rp33 ribu, ukuran sedang Rp25 ribu hingga Rp26 ribu, ukuran kecil Rp21 ribu hingga Rp23 ribu, dan bawang merah gilingan di kisaran Rp14 ribu hingga Rp16 ribu per kilogram.
“Harga ini sudah turun, Alhamdulillah hari ini bagus perkembangannya. Pasokan dari Brebes juga lancar sehingga stok tetap aman,” tambahnya.
Selain itu, komoditas cabai rawit merah yang berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur juga terpantau cukup stabil. Harga cabai rawit merah kualitas utama berada di kisaran Rp40 ribu per kilogram, sedangkan kualitas nomor dua sekitar Rp35 ribu. Untuk cabai keriting, jenis super TKX berada di harga Rp33 ribu dan kualitas CSM di kisaran Rp28 ribu per kilogram.
“Alhamdulillah pasokannya agak bagus, masih dijangkau sama masyarakat,” ungkap Abdul Rohman.
Sementara itu, harga bawang putih impor asal China masih berada pada kisaran standar pasar, yakni Rp23 ribu per kilogram untuk jenis cutting dan sekitar Rp21.500 per kilogram untuk jenis bonggol.
Meski harga relatif stabil bahkan cenderung menurun, pihaknya mencatat adanya penurunan daya beli masyarakat, terutama menjelang akhir bulan. Kondisi ini berdampak pada aktivitas transaksi di pasar.
“Yang jadi permasalahan sekarang ini sebenarnya daya jual dan daya beli masyarakat berkurang. Mungkin karena sudah akhir bulan, jadi pembelian sedikit menurun,” tandasnya.
Pihak UPTD berharap kestabilan pasokan dan harga ini dapat terus terjaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi serta aktivitas perdagangan di Pasar Induk Cibitung berjalan optimal. san/*





