Inflasi Kabupaten Bekasi Tetap Terkendali, Pemkab Siapkan Pasokan Alternatif untuk Jaga Stabilitas Harga Pangan

by
foto dok. diskominfo kab.bekasi
foto dok. diskominfo kab.bekasi

KABUPATEN BEKASI, KONSEPNEWS – Kondisi inflasi di Kabupaten Bekasi masih berada dalam kategori aman dan terkendali meskipun sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang memengaruhi sektor perdagangan dan distribusi pangan.

Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Helmi Yenti, mengatakan hasil pemantauan harga kebutuhan pokok dan kondisi pasar menunjukkan perekonomian daerah masih stabil. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi pada sejumlah komoditas belum memberikan dampak signifikan terhadap kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hasil pendataan menunjukkan daya beli masyarakat masih berada pada zona aman, meskipun terdapat beberapa komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga,” ujar Helmi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) pekan lalu, Kabupaten Bekasi mencatat angka 1,56 dan menempati peringkat kedelapan di Provinsi Jawa Barat. Angka tersebut masih berada di bawah ambang batas 1,58 yang menjadi indikator bahwa inflasi daerah masih dalam kondisi terkendali.

Meski demikian, hasil pemantauan di sejumlah pasar rakyat menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis seperti daging sapi, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, dan cabai rawit merah. Bahkan di beberapa pasar tradisional, harga komoditas tersebut telah melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Helmi menjelaskan kenaikan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari terganggunya rantai pasok komoditas hortikultura hingga meningkatnya biaya operasional pada sektor peternakan dan distribusi. Untuk daging sapi misalnya, harga saat ini berada pada kisaran Rp135.000 hingga Rp150.000 per kilogram akibat meningkatnya biaya transportasi dan distribusi dari sentra peternakan maupun rumah potong hewan.

Sementara itu, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tercatat mencapai Rp90.000 per kilogram, jauh di atas HET sebesar Rp57.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada cabai merah keriting yang di beberapa wilayah menyentuh harga Rp68.000 per kilogram. Adapun harga bawang putih kini mencapai Rp40.000 per kilogram, sedangkan bawang merah berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

“Selain dipengaruhi biaya operasional, kenaikan harga juga terjadi karena hambatan rantai pasok, seperti gagal panen cabai di Garut yang berdampak pada distribusi ke Pasar Induk Cibitung. Untuk menjaga stabilitas harga, kami menyiapkan pasokan alternatif dari Sumatera,” kata Helmi.

Di tengah kenaikan sejumlah komoditas tersebut, harga kebutuhan pokok lainnya masih relatif stabil. Beras premium dan minyak goreng, misalnya, belum mengalami lonjakan harga yang berarti sehingga turut membantu menjaga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap aman. Pemantauan harga secara berkala juga dilakukan untuk merespons potensi gejolak harga lebih cepat sehingga stabilitas inflasi daerah dapat terus dipertahankan di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

No More Posts Available.

No more pages to load.