Tewasnya Bos Perusahaan di Hotel St Regis Jaksel, JMP Desak Polisi Periksa Sistem Keamanan Hotel

by

JAKARTA, KONSEPNEWS – Jurnalis Mitra Polri (JMP) mempertanyakan sistem keamanan Hotel St Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, menyusul meninggalnya seorang petinggi perusahaan berinisial WH (47) yang ditemukan tewas di dalam kamar hotel dengan luka tembak pada Rabu, 15 Juli 2026.

Berdasarkan keterangan Polres Metro Jakarta Selatan, korban ditemukan meninggal dunia di kamar hotel setelah sopir korban diminta keluarga untuk memeriksa kondisinya.

Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api yang disebut memiliki dokumen kepemilikan yang sah. Polisi juga menyatakan belum menemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Ketua  Paguyuban JMP, Ikhwan Aziz mengatakan selain mengusut penyebab kematian korban, kepolisian juga perlu mendalami aspek pengamanan hotel, termasuk bagaimana senjata api dapat masuk hingga ke kamar hotel.

“Kasus ini tidak hanya menyangkut penyebab kematian korban, tetapi juga menimbulkan pertanyaan mengenai sistem keamanan hotel. Bagaimana mekanisme pemeriksaan tamu? Apakah ada prosedur untuk mendeteksi barang berbahaya seperti senjata api? Hal-hal ini penting dijelaskan agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat,” kata Aziz dalam keterangan tertulisnya, Minggu (19/7/26).

Menurut Ikhwan, hotel berbintang yang menjadi tujuan tamu domestik maupun internasional semestinya memiliki standar keamanan yang ketat untuk menjamin keselamatan seluruh pengunjung.

“Kami tidak ingin berspekulasi atau menyimpulkan adanya kelalaian. Namun, evaluasi terhadap prosedur keamanan perlu dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal JMP, Arif Yunianto, meminta kepolisian mengusut seluruh aspek dalam perkara tersebut, termasuk asal-usul, legalitas, dan prosedur kepemilikan senjata api yang digunakan korban, serta bagaimana senjata itu dapat dibawa masuk ke area hotel.

“Jika benar senjata api tersebut dimiliki secara sah, publik tetap perlu mendapatkan penjelasan mengenai mekanisme pengamanan di hotel. Evaluasi ini penting sebagai bagian dari upaya meningkatkan standar keamanan di ruang publik, khususnya hotel berbintang,” ujar Arif. 

Sebelumnya, pihak kepolisian menyebut bos perusahaan tewas akibat bunuh diri karena masalah dengan istrinya. WH (47) WH ditemukan dengan luka tembakan dalam kamar Hotel di kawasan Jakarta Selatan pada Rabu (15/7) kemarin. 

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi Wibowo menjelaskan tewasnya bos perusahaan tersebut diduga karena bunuh diri saat sedang menginap. Polisi menegaskan tidak ada unsur pidana terkait kematian WH

“Dugaan meninggal dunia karena dugaannya ya mengakhiri hidupnya sendiri,” kata AKP Joko kepada wartawan, Jumat (17/7/26). 

“Tidak ada (unsur kriminal), niat mengakhiri hidup sendiri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Joko mengatakan WH mengakhiri hidupnya menggunakan senjata api (senpi). WH sendiri ditemukan tewas dengan kondisi luka tembak di bagian kepala.

“Senjatanya (senpi) pun juga lengkap, ada suratnya kok,” ujarnya. 

Joko menerangkan kronologi WH ditemukan tewas di dalam kamar. Saat itu, WH ke hotel didampingi sopirnya. WH kemudian ditemukan dalam kondisi tewas oleh sopirnya.

Sopir mengecek kamar WH setelah diminta istri WH. Sebab, istri WH mengaku merasa curiga dengan pesan yang dikirimkan oleh WH.

“Istri kan curiga. Terus (sopir) dapat telepon dari keluarga suruh ngecek, terus dicek kan gitu,” kata Joko.

WH diduga mengalami permasalahan dengan istrinya saat mengakhiri hidupnya.

“Dugaannya kan sedang ada masalah sama istri. Jadi ada masalah pribadi dia. Dugaannya masalah pribadi dengan istri. Ada salah sama istri gitu,” terang Joko. Zan

No More Posts Available.

No more pages to load.