KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Suasana berbeda terlihat di Pondok Tasawuf Underground, Ciputat, saat puluhan anggota komunitas punk dan anak jalanan sibuk memegang kamera dan berdiskusi mengenai foto-foto yang mereka hasilkan. Mereka mengikuti Workshop dan Diskusi Peningkatan Literasi Digital melalui Photovoice yang digelar Unis Tangerang bersama PFI.
Kegiatan ini tidak sekadar mengajarkan teknik fotografi, tetapi juga memberi ruang bagi peserta untuk menceritakan pengalaman hidup mereka melalui gambar. Setiap foto yang dibuat diarahkan menjadi medium untuk menyampaikan kritik sosial dan refleksi kehidupan sehari-hari.
Peserta juga diajak melakukan hunting foto bersama mahasiswa KMF Kalacitra UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Unis Tangerang. Objek yang dipotret berasal dari lingkungan dan aktivitas yang dekat dengan kehidupan komunitas punk dan anak jalanan.
“Para peserta sangat antusias dan serius mengikuti kegiatan ini. Semoga setelah ini mereka dapat berpartisipasi dalam melakukan kontrol sosial juga,” kata Thoudy Badai dari PFI.
Foto-foto hasil pelatihan nantinya akan dikurasi, dipublikasikan melalui media sosial, dan dipamerkan kepada masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat memperlihatkan perspektif komunitas yang selama ini jarang terdengar.
Ketua Tim Peneliti Photovoice Unis Tangerang, Ade Irfan Abdurahman, menilai proses berbagi cerita melalui foto mampu membangun rasa percaya diri dan kesadaran kritis peserta.
“Melalui karya visual, mereka dapat menyampaikan suara yang selama ini sering terabaikan oleh berbagai pihak. Itulah inti dari pendekatan photovoice,” jelas Ade.
Workshop ini menjadi contoh bagaimana pendidikan, seni visual, dan pemberdayaan sosial dapat dipadukan untuk membuka ruang dialog yang lebih inklusif bagi kelompok marjinal. san/*





