Yayasan Srikandi Merah Putih Dorong Kemandirian Ekonomi Warga Binaan Lapas Tangerang

by
foto dok. musa
foto dok. musa

KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Di tengah stigma sosial yang sering melekat pada warga binaan, Yayasan Srikandi Merah Putih hadir membawa harapan baru melalui gerakan pemberdayaan ekonomi kreatif berbasis UMKM. Kegiatan yang digelar di Lapas Kelas II A dan Lapas Kelas I A Tangerang ini menjadi momentum penting dalam upaya menjembatani karya warga binaan dengan pasar nasional.

Ketua Yayasan H. Amir menuturkan, program ini bukan hanya soal promosi produk, tetapi juga pemberdayaan mental dan spiritual. “Kami ingin warga binaan melihat diri mereka sebagai pencipta nilai, bukan hanya penerima hukuman,” ujarnya. Dukungan para figur publik seperti Dea Lestari, Jackie Kezia, dan Florina menjadi energi besar yang membangun optimisme di antara para peserta.

Kegiatan ini menampilkan berbagai hasil karya seperti batik, makanan olahan, dan produk kriya berkualitas tinggi. Momen penyambutan diwarnai tawa, haru, dan semangat baru ketika para warga binaan menampilkan tarian tradisional serta musik angklung sebagai bentuk apresiasi terhadap tamu yang hadir.

Dea Lestari menyebut, pengalaman berinteraksi langsung dengan warga binaan membuka pandangannya tentang ketahanan manusia. “Mereka punya bakat, punya semangat, dan yang paling penting, mereka ingin berubah,” katanya. Ia juga menilai bahwa dukungan berkelanjutan sangat penting agar hasil karya mereka tidak berhenti hanya sebagai pameran, tapi menjadi produk komersial yang berkelanjutan.

Sementara itu, Kalapas Kelas I A Tangerang Beni mengajak rombongan yayasan melihat proses produksi paving block yang dilakukan oleh warga binaan laki-laki. Ia menjelaskan bahwa program ini menjadi sarana pembinaan kerja nyata sesuai arahan Kementerian Hukum dan HAM. “Dengan bekerja, mereka belajar arti tanggung jawab dan produktivitas,” jelasnya.

Yayasan Srikandi Merah Putih pun berencana menggandeng pemerintah daerah dan sektor swasta untuk memperluas akses distribusi produk warga binaan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi inklusif yang bisa ditiru di berbagai daerah.

Melalui gerakan ini, yayasan ingin menegaskan bahwa proses rehabilitasi bukan hanya soal hukuman, tetapi juga tentang memberi ruang untuk tumbuh dan berkontribusi. Program ini menjadi bentuk nyata dari keadilan restoratif yang memberi kesempatan kedua bagi setiap individu.

Dengan semangat kebersamaan antara tokoh sosial, artis, dan masyarakat, gerakan ini membuktikan bahwa pintu perubahan selalu terbuka bagi siapa pun yang mau berjuang dan berkarya dengan hati. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.