JAKARTA, KONSEPNEWS – Di balik kesuksesannya sebagai penata musik legendaris di dunia perfilman Indonesia, Tya Subiakto kini melangkah lebih jauh dengan membawa semangat baru dalam dunia bisnis kreatif. Melalui episode ke-10 podcast BisnisArtis.com bertajuk “Rebel Woman: Breaking Rules, Building Futures,” Tya tampil jujur dan penuh inspirasi, membagikan kisah hidup, perjuangan, serta langkah visionernya membangun ekosistem bisnis berbasis kreativitas.
Tya bukan sekadar musisi yang bekerja di balik layar. Ia adalah sosok visioner yang memadukan antara seni dan strategi bisnis. Dalam perbincangan yang dipandu oleh founder BisnisArtis.com Rucky Markiano, Tya mengisahkan perjalanan kariernya dari penata musik film hingga menjadi pengusaha kreatif yang berani membuka ruang kolaborasi lintas bidang. “Bagi saya, dunia bisnis dan seni itu punya irama yang sama — keduanya butuh harmoni, intuisi, dan keberanian untuk keluar dari pakem,” ujar Tya dengan senyum tegasnya.
Di balik kelembutan suaranya, Tya menyimpan kisah penuh determinasi. Ia bercerita tentang konflik personal yang justru membentuk keteguhan dirinya. Salah satu momen paling emosional adalah ketika ia memilih berdiri sendiri setelah berselisih dengan sang ayah. “Dari situ aku belajar arti kemandirian. Kalau kita nggak percaya diri dengan karya dan kemampuan kita, orang lain juga nggak akan percaya,” ungkapnya.
Kini, Tya mulai merambah ranah bisnis kreatif dengan membangun jaringan yang menghubungkan para seniman, musisi, dan pelaku usaha agar bisa saling berkolaborasi. Ia melihat potensi besar dalam menjadikan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi baru. “Kreativitas itu bukan cuma tentang ide, tapi tentang bagaimana mengubah ide jadi sesuatu yang berkelanjutan,” katanya.
Podcast tersebut menjadi momen bersejarah karena Tya Subiakto merupakan artis wanita pertama yang menjadi bintang tamu di BisnisArtis.com. Dalam sesi itu, ia tak hanya berbagi kisah inspiratif, tetapi juga membuka peluang kerja sama bagi pelaku usaha yang ingin menjelajahi dunia musik dan film dari sisi bisnis. Rucky Markiano menyebut kehadiran Tya sebagai bentuk nyata dari kolaborasi antara pelaku industri hiburan dan dunia kewirausahaan. “Kami ingin menjembatani dua dunia: seni dan bisnis. Dan Tya adalah representasi sempurna dari itu,” ujar Rucky.
Menariknya, Tya juga membocorkan sejumlah rencana kolaborasi baru yang tengah disiapkannya. Beberapa di antaranya adalah proyek inkubasi musik dan program pelatihan bagi talenta muda yang ingin memahami sisi manajerial dunia hiburan. “Sudah waktunya musisi tidak hanya berpikir tentang karya, tapi juga bagaimana mengelola karya itu menjadi aset jangka panjang,” ucapnya.
Di tengah dinamika industri musik dan film Indonesia yang terus berubah, Tya tetap teguh dengan idealismenya. Ia percaya bahwa seni akan terus hidup jika dikelola dengan hati dan akal bisnis yang matang. “Saya ingin membuktikan bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin di ruang kreatif dan bisnis sekaligus,” katanya dengan penuh keyakinan.
Melalui BisnisArtis.com, Tya Subiakto tidak hanya menegaskan eksistensinya sebagai seniman besar, tetapi juga sebagai penggerak perubahan dalam ekosistem industri kreatif Indonesia. Ia menjadi contoh nyata bahwa keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman bisa menciptakan peluang baru, baik bagi diri sendiri maupun bagi generasi penerus yang ingin menapaki jalan serupa. san/*





