JAKARTA, KONSEPNEWS – Film Air Mata Mualaf segera tayang di bioskop pada 27 November 2025, menghadirkan drama keluarga penuh emosi tentang pilihan iman dan perjuangan seorang perempuan menghadapi pergulatan batin.
Disutradarai Indra Gunawan, film ini menyoroti perjalanan tokoh utama Anggie, diperankan oleh Acha Septriasa, yang berada di persimpangan hidup ketika harus menentukan keyakinan dan jalan yang ingin ia tempuh. Konflik antara pilihan pribadi dan keharmonisan keluarga menjadi inti dari cerita yang dibangun dengan pendekatan intim dan emosional.
Indra menegaskan bahwa film ini tidak dibuat untuk menghakimi siapa yang benar atau salah, melainkan merekam bagaimana manusia berjuang menemukan dirinya. “Setiap orang pernah berada pada fase penting ketika harus mengambil keputusan berat tentang hidupnya sendiri,” ujarnya
Produser Dewi Amanda menambahkan bahwa tema perbedaan dalam keluarga menjadi hal yang dekat dengan keseharian masyarakat. “Hidayah bukan datang dari paksaan, tetapi melalui perjalanan batin yang jujur dan penuh pergulatan,” tambahnya
Acha Septriasa mengaku sejumlah adegan dalam film ini memberikan pengalaman mendalam baginya, terutama ketika berperan sebagai Anggie yang harus menghadapi riak hubungan dengan keluarga. Ia menyebut bahwa proses syuting membuatnya merenungkan kembali arti kejujuran pada diri sendiri dan keteguhan hati seorang perempuan.
Selain Acha, aktor Rizky Hanggono turut menghidupkan dinamika keluarga dalam film. Ia menyampaikan bahwa beberapa adegan memunculkan kenangan pribadi tentang bagaimana rasa takut kehilangan dapat memicu konflik dalam keluarga.
Film ini juga menampilkan perjalanan spiritual yang digambarkan tanpa dramatisasi berlebihan. Elemen-elemen tersebut disajikan melalui visual lembut dan dialog reflektif yang menunjukkan bahwa setiap orang memiliki jalur berbeda dalam mencapai kedamaian batin.
Diperkuat dengan kolaborasi lintas negara dan jajaran pemain dari berbagai latar belakang, Air Mata Mualaf menghadirkan narasi yang lebih universal. Kisah tentang pilihan hidup, cinta, dan penerimaan menjadi pesan utama yang ingin dibawa kepada penonton.
Air Mata Mualaf diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga membuka ruang diskusi tentang perbedaan, keberanian mengambil keputusan, serta keluarga yang belajar menerima satu sama lain. rpaf




