TANGSEL, KONSEPNEWS – Peringatan Hari Jadi ke-17 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada 26 November 2025 menjadi momentum reflektif bagi seluruh warganya. Dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Serpong, Sekretaris Daerah Kota Tangsel, Bambang Noertjhajo, menegaskan bahwa ulang tahun kota bukan hanya seremoni pemerintahan, melainkan milik seluruh masyarakat yang turut membangun dan memberi warna pada perjalanan Tangsel selama 17 tahun terakhir. Perayaan ini menjadi titik pengingat bahwa perkembangan kota tidak pernah lahir dari satu tangan, melainkan dari kolaborasi yang terus dijaga.
Bambang menyampaikan bahwa sebagai orang yang mengikuti perjalanan Tangsel sejak awal, ia melihat perkembangan kota berjalan begitu pesat. Menurutnya, banyak hal telah dilakukan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, baik dalam suka maupun duka. Ia menilai bahwa usia 17 tahun merupakan capaian luar biasa karena Tangsel telah memasuki fase yang di daerah lain mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapainya. Momentum ini, katanya, memperlihatkan bagaimana kota yang awalnya baru berdiri kini tumbuh menjadi kawasan urban yang dinamis.
Dalam pandangan Bambang, usia 17 tahun bagi kota dapat dianalogikan sebagai usia remaja: penuh energi, keingintahuan, dan sesekali galau menentukan arah langkah. Karena itu, ia menilai bahwa bimbingan, sinergi, dan dukungan dari banyak pihak menjadi penting agar energi tersebut tidak terbuang sia-sia. Kolaborasi menurutnya bukan sekadar jargon, tetapi kebutuhan nyata untuk mempercepat pencapaian target pembangunan yang telah dirumuskan pemerintah daerah.
Ia mengajak seluruh stakeholder, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, komunitas, hingga akademisi untuk bersama-sama menjadi bagian dari proses pendewasaan Kota Tangsel. Dengan kolaborasi yang kuat, ia meyakini energi galau perubahan bisa diubah menjadi dorongan positif untuk mempercepat transformasi kota menuju arah pembangunan yang lebih terarah dan inklusif.
Bambang menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendirian dalam mewujudkan target-target pembangunan. Partisipasi publik menjadi elemen strategis dalam menjaga kondusifitas dan stabilitas, dua fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan kota. Ia menyebut bahwa Tangsel sudah berulang kali membuktikan kemampuan masyarakatnya dalam menjaga harmoni sehingga berbagai agenda pembangunan dapat berjalan sesuai rencana.
Keyakinan Bambang terhadap masa depan Tangsel diwujudkannya dalam optimisme bahwa kota ini akan semakin dewasa, semakin maju, dan semakin jelas arah pembangunannya. Ia menilai kepemimpinan daerah saat ini dan di masa depan memiliki kapasitas kuat untuk membawa Tangsel menuju tahap perkembangan berikutnya, sejalan dengan kebutuhan masyarakat urban yang terus berkembang.
Melalui peringatan hari jadi ke-17 ini, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya merayakan identitas kotanya, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi karakter Kota Tangsel. Perayaan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan kota bukan hanya soal sejarah, tetapi juga tentang membangun masa depan bersama.
Pada akhirnya, Hari Jadi Kota Tangsel bukan hanya penanda waktu, melainkan panggilan untuk menjaga harmonisasi sebagai modal dasar bagi pembangunan. Dengan kolaborasi yang konsisten, Tangsel diyakini mampu tumbuh menjadi kota yang matang secara sosial, kokoh secara ekonomi, dan berkelanjutan secara pembangunan. san/*




