Banten Contoh Nasional, Program Jaga Desa Cegah Penyalahgunaan Dana

by
foto dok. abpednas banten
foto dok. abpednas banten

BANTEN, KONSEPNEWS – Program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) terus diperkuat untuk mengawasi pembangunan dan pengelolaan keuangan desa, dengan Provinsi Banten ditetapkan sebagai proyek percontohan nasional. Program ini melibatkan sinergi antara Kejaksaan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta organisasi desa seperti APDESI dan ABPEDNAS untuk memastikan seluruh program pembangunan desa berjalan transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Gubernur Banten, Andra Soni, menekankan pentingnya peran BPD dan organisasi desa dalam memperkuat akuntabilitas anggaran desa. “Alhamdulillah Provinsi Banten menjadi proyek percontohan dan tidak terdeteksi kasus-kasus. Harapan kami, program ini terus dioptimalkan dengan melibatkan BPD, APDESI, maupun ABPEDNAS yang didampingi Kejaksaan agar semua program pemerintah di desa berjalan maksimal,” ujar Andra.

Selain pengawasan, Pemerintah Provinsi Banten juga mulai menangani pembangunan infrastruktur desa melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera. Dengan jumlah 1.238 desa, program ini bertujuan memperkecil kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. “Mohon dukungannya agar program Bangun Jalan Desa Sejahtera di Banten bisa maksimal,” tambah Gubernur.

Jaksa Agung Muda Intelijen sekaligus Ketua Umum ABPEDNAS, Prof. Dr. Reda Manthovani, menjelaskan bahwa Jaga Desa bukan bertujuan mencari kesalahan aparat desa, melainkan memperbaiki tata kelola pemerintahan desa. Sistem Siskeudes yang terintegrasi dengan aplikasi Jaga Desa memungkinkan Kejaksaan memantau laporan penggunaan anggaran secara real-time.

Reda menambahkan, agar laporan keuangan sesuai kondisi nyata di lapangan, anggota BPD diminta memeriksa langsung pembangunan fisik. “Bukan untuk kriminalisasi. Kesalahan bisa ditemukan, tapi tujuannya untuk perbaikan tata kelola. Kalau perangkat desa tidak bisa dibina, baru dilakukan tindakan,” jelasnya.

ABPEDNAS menggandeng figur publik sebagai Duta Jaga Desa, salah satunya musisi Anji. “Saya sudah sering turun ke desa, tahun lalu hampir 700 desa di Kabupaten Tangerang. Program Jaga Desa ini langkah bagus karena memudahkan koordinasi, pengawasan, dan integrasi pekerjaan perangkat desa,” ungkap Anji.

Selain Anji, musisi Charly Van Houten juga didapuk sebagai duta program. Wakil Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Aditya Yusma Perdana, menjelaskan, kedua musisi dipilih karena aktif berkeliling desa dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperluas sosialisasi program Jaga Desa sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam mengawasi pembangunan desa.

Dengan kolaborasi antara Kejaksaan, BPD, organisasi desa, dan figur publik, program Jaga Desa di Banten menjadi contoh keberhasilan pengawasan anggaran desa yang transparan dan akuntabel. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi model bagi provinsi lain di Indonesia. san/*

No More Posts Available.

No more pages to load.