KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Kasus pengeroyokan yang viral di kawasan Pasar Lama, Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, akhirnya berhasil diungkap jajaran Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Tangerang. Tiga pelaku telah diamankan, sementara satu lainnya masih diburu polisi.
Ketiga pelaku yang ditangkap yakni Ook, Agus dan Ali. Sedangkan satu pelaku berinisial Amar masuk daftar pencarian orang setelah melarikan diri usai kejadian pengeroyokan terhadap seorang pedagang di kawasan Pasar Lama.
Kapolres Metro Tangerang Kota Raden Muhammad Jauhari mengungkapkan, insiden itu dipicu persoalan sepele terkait ember cucian piring dan ukuran meja lapak milik korban. Namun cekcok tersebut berubah menjadi aksi kekerasan secara bersama-sama.
“Korban mempertahankan haknya karena merasa sudah lama berjualan di lokasi itu. Namun para pelaku emosi dan akhirnya melakukan pengeroyokan,” kata Jauhari.
Dalam video yang sempat viral di media sosial, korban terlihat mendapat tindakan kekerasan dari beberapa orang secara bersamaan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di sejumlah bagian tubuh dan mengalami sesak di bagian dada.
Selain melakukan kekerasan fisik, pelaku juga diduga merusak pakaian korban dan merampas telepon genggam miliknya saat keributan berlangsung. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan mengumpulkan rekaman video di lokasi kejadian.
Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil mengamankan tiga pelaku berikut barang bukti berupa hasil visum luka korban, pakaian yang rusak dan rekaman video pengeroyokan. Saat ini para pelaku tengah menjalani pemeriksaan intensif.
“Proses hukum terus berjalan dan kami masih memburu satu pelaku lain yang melarikan diri. Kami pastikan kasus ini ditangani secara serius,” tegas Jauhari.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk menyelesaikan persoalan secara baik-baik tanpa menggunakan kekerasan, terlebih di area publik yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Para pelaku dijerat dengan Pasal 262 KUHP dan Pasal 448 KUHP tentang tindak pidana kekerasan secara bersama-sama di muka umum. san/*





