JAKARTA, KONSEPNEWS – Tak ada yang menyangka bahwa nongkrong santai, acara pernikahan, hingga kegiatan belajar di luar kelas bisa menjadi ladang tumbuhnya aktivisme hijau anak muda. Melalui program Ministry of the Future Fellowship yang digagas Mindworks Lab, tiga anak muda kreatif menunjukkan bahwa gaya hidup berkelanjutan bisa dibentuk dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.
Program yang mempertemukan 15 anak muda se-Jabodetabek ini berfokus pada lima bidang penting—mobilitas, lingkungan binaan, pendidikan, konsumsi, dan pangan. Meski berbeda bidang, seluruhnya memiliki tujuan tunggal: menghadirkan masa depan yang berkeadilan bagi bumi dan manusia di tengah krisis iklim global.
Alya Eka Khairunnisa, misalnya, menolak melihat pembelajaran hanya terbatas di ruang kelas. Melalui Kota Kita, Kelas Kita, ia mengajak siswa SMP di Tangerang berkeliling kota menggunakan transportasi publik, mengenali polusi udara, dan mengamati perilaku masyarakat terhadap lingkungan. Inisiatifnya membuat belajar terasa hidup, dekat dengan realitas, dan berorientasi pada perubahan sosial.
Sementara itu, Ndaru Luriadi menghadirkan pendekatan berbeda melalui Sekolah Rumah Lestari. Ia melihat keluarga sebagai pusat perubahan. Dengan data bahwa lebih dari 50% sampah nasional berasal dari rumah tangga, ia ingin agar pengantin baru belajar mengelola sampah sejak awal membangun rumah tangga. “Budaya hijau harus lahir dari dapur dan ruang keluarga,” ucap Ndaru.
Adapun Anastasia Dinda Ciptaviana mengubah cara anak muda bersosialisasi lewat proyek Nongkrong+. Dengan latar belakang desain dan kepekaan sosial, Dinda menjadikan acara kumpul-kumpul bukan lagi ajang konsumtif, melainkan ruang kreatif untuk berbagi keterampilan. Salah satu kegiatan yang paling berkesan adalah Nongkrong+ Nukang, di mana peserta belajar membuat sesuatu sendiri dari bahan sederhana.
Menurut Dinda, kegiatan semacam ini menumbuhkan apresiasi terhadap proses dan mengurangi budaya konsumtif. “Kami ingin mengubah pola pikir bahwa nongkrong harus selalu konsumtif. Justru dengan berkarya bareng, kita bisa lebih sadar tentang nilai dari setiap barang,” katanya.
Ketiganya menjadi contoh bahwa gaya hidup hijau bukan sekadar tren, melainkan bentuk ekspresi diri dan kepedulian terhadap masa depan bumi. Dari ruang belajar, rumah, hingga meja nongkrong, mereka menghadirkan wajah baru aktivisme anak muda yang kreatif dan relevan dengan zamannya.
Mindworks Lab lewat Ministry of the Future telah membuka ruang bagi generasi baru yang tak hanya berpikir kritis, tapi juga bergerak nyata. Mereka bukan sekadar pengamat perubahan, melainkan penggerak yang menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari. san/*





