KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Polres Metro Tangerang Kota menggelar Sholat Gaib berjamaah sebagai wujud kepedulian terhadap warga Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat yang menjadi korban musibah bencana alam. Ibadah yang berlangsung di Masjid Al-Fattah, itu diselimuti suasana haru sekaligus menjadi momentum perenungan menjelang akhir tahun bagi seluruh personel. Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) untuk memperkuat karakter serta keteguhan moral anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden Muhammad Jauhari, memimpin langsung rangkaian ibadah, didampingi para pejabat utama Polres dan seratus lebih personel. Dalam kesempatan itu, Kapolres menegaskan bahwa kegiatan rohani seperti ini bukan hanya rutinitas spiritual, melainkan juga wujud empati aparat keamanan terhadap masyarakat yang sedang dilanda duka. “Sholat Gaib ini menjadi doa bersama agar para korban diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya penuh keteduhan.
Suasana semakin syahdu ketika pembacaan Surah Yasin dilantunkan, sebelum kemudian dilanjutkan ceramah oleh Ustadz Drs. H. Saroni dari Polda Metro Jaya. Dalam tausiyahnya, ia mengajak personel merefleksikan perjalanan hidup sepanjang tahun dan memperkuat iman sebagai bekal menjalankan tugas negara. Menurutnya, musibah yang menimpa berbagai daerah merupakan pengingat agar manusia tidak lengah dari nilai syukur dan ibadah.
Ustadz Saroni menyampaikan pesan bahwa setiap insan, terlebih yang mengemban fungsi pelayanan publik, harus memperkuat sisi spiritual agar tetap bijak, sabar, dan berintegritas. “Musibah bukan sekadar ujian, tapi juga momentum untuk kembali mendekat kepada Allah SWT. Kita doakan saudara-saudara kita yang wafat agar ditempatkan di tempat terbaik,” tuturnya.
Selama ibadah berlangsung, para personel tampak larut dalam kekhusukan. Beberapa di antara mereka menutup wajah dengan tangan, mencoba menyembunyikan rasa haru. Kegiatan doa bersama itu menjadi oase di tengah dinamika tugas kepolisian yang penuh tekanan dan risiko. Momen seperti ini diyakini dapat menjaga keseimbangan mental agar tetap siap melayani masyarakat.
Kapolres Jauhari menegaskan bahwa pembinaan rohani dan mental harus berkelanjutan, terutama menghadapi dinamika keamanan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia menilai bahwa integritas anggota kepolisian akan semakin terbentuk saat kekuatan spiritual dan profesionalitas berjalan selaras. “Tugas kita berat, tapi jika iman kuat maka setiap tanggung jawab bisa dijalankan dengan hati yang lapang,” katanya.
Kegiatan serupa juga berlangsung serentak di jajaran Polsek dengan diikuti Kapolsek, Wakapolsek, Pama, Bintara hingga PNS. Hal ini menjadi salah satu cara untuk menanamkan nilai empati, kedisiplinan, serta kesiapan moral dalam pengabdian. Semakin kuat mental personel, semakin baik pula pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Sebagai penutup rangkaian acara, seluruh personel kembali memanjatkan doa agar masyarakat di wilayah terdampak bencana diberi kekuatan dan keselamatan. Ibadah ini diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh jajaran Polres Metro Tangerang Kota dalam menunaikan tugas mereka ke depan, sekaligus memastikan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama dalam setiap pelayanan. san/*





