Satgas Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti Bantu Kesulitan Belajar Anak-Anak Perbatasan RI – Malaysia

by

Konsepnews.com, Kabupaten Sanggau – Personel Satgas Pengaman Perbatas Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti membantu mengajar anak-anak di Dusun Guna Banir, Desa Sui Tekam, Kecamatan  Sekayam, Kabupaten Sanggau. Kalimantan Barat.

Selain membantu kesulitan belajar anak-anak akibat pandemi Covid-19, kegiatan yang digagas oleh Satgas Batalyon Infanteri Mekanis 643/Wanara Sakti ini juga mendukung program pemerintah mencerdaskan generasi muda yang sehat, memiliki wawasan kebangsaan dan berkarakter.

Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan oleh 4 personel Pos Guna Banir dipimpin oleh Danpos, Letda Inf Surono. Kegiatan ini diikuti 30 murid SD di Dusun Guna Banir, Desa Sui Tekam Kecamatan Sekayam.

Hal ini disampaikan oleh Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P, Komandan Satuan Tugas Pengaman Perbatasan RI – Malaysia, Batalyon Infanteri 643/ Wanara Sakti, dalam keterangan tertulisnya di Markas komando taktis Entikong, Kabupaten Sanggau, Sabtu (31/7/2021).

Hendro Wicaksono mengatakan bahwa pendidikan adalah faktor utama dalam menentukan kualitas  seseorang. Dengan pendidikan, seseorang bisa tahu segala macam informasi dan pengetahuan serta memiliki karakter yang kuat.

“Pendidikan merupakan faktor yang amat penting untuk menunjang kemajuan suatu negara. Bukan hanya pendidikan akademik saja, namun moral dan keterampilan juga tidak kalah penting dalam mewujudkan terciptanya suatu generasi bangsa yang baik dan maju,” ujar Dansatgas.

“Wilayah perbatasan sendiri merupakan pintu gerbang kedaulatan suatu negara, sehingga diperlukan generasi muda yang cerdas dan berwawasan luas. Hal ini tentunya memerlukan kualitas pendidikan yang baik,”  kata Hendro Wicaksono menambahkan.

Ia menegaskan, apabila terjadi kesenjangan dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan di wilayah perbatasan, maka dapat mengikis rasa nasionalisme yang dapat mengancam kedaulatan negara.

Sementara itu, Komandan Pos Guna Banir, Letda Inf. Surono, menerangkan bahwa kegiatan mengajar ini sebagai bentuk kepedulian Satuan Tugas Pengaman Perbatasan yang melihat kesulitan anak-anak di wilayahnya, dalam belajar di masa pandemi Covid-19 selain membantu program pemerintah dalam mencerdaskan generasi muda.

Mengingat keterbatasan akses internet di Dusun Guna Banir, Desa Sungai Tekam, sehingga kesulitan dalam kegiatan belajar secara daring.

“Hal ini harus direspons cepat, agar anak-anak lebih paham dan mengerti pelajaran dan tugas yang diterima dari guru di sekolah, ” pungkas Danpos.

Maikel (11), salah seorang anak yang mengikuti kegiatan belajar mengatakan sangat senang bisa belajar dengan personel Satgas. Ia mengaku sudah lama tidak belajar di sekolah dan orangtua tidak bisa mengawasi belajar pada pagi sampai siang hari karena bekerja di ladang. “Kami sangat senang belajar bersama om tentara, cara mengajarnya sangat menyenangkan dan menghibur, sehingga kami mudah menyerap materi pelajaran, ” tukas Maikel. ts