Anggota DPR Dukung Penuh Polisi, Minta Aparat Tak Gentar Hadapi Premanisme

by

JAKARTA, KONSEPNEWS – Kasus penyerangan terhadap aparat penegak hukum kembali menjadi sorotan setelah tiga mobil milik personel Polres Metro Depok dibakar saat menjalankan tugas. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan dukungan moral penuh kepada jajaran kepolisian dan menegaskan pentingnya keberanian dalam menghadapi tekanan premanisme.

Menurut Sahroni, aparat kepolisian harus berdiri teguh dan tidak ragu dalam menjalankan tugas penegakan hukum, bahkan jika harus berhadapan dengan kelompok yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat. Ia menyampaikan bahwa penindakan yang dilakukan terhadap tersangka TS, seorang tokoh ormas yang kini ditetapkan sebagai tersangka, merupakan bentuk nyata dari keberanian dan profesionalisme aparat.

“Kalau sudah 14 anggota dari Satreskrim Polres Depok siap untuk menangkap, jangan pernah ada kata mundur. Ini soal wibawa negara,” tegas Sahroni kepada awak media di kompleks parlemen, Senayan, Senin (21/4/2025).

Ia juga menyinggung insiden tragis di Lampung, di mana tiga anggota Polres Way Kanan tewas saat menggerebek lokasi judi sabung ayam. Menurutnya, peristiwa tersebut menunjukkan betapa berbahayanya tugas di lapangan, namun Polri tetap berada di jalur yang benar.

“Penegakan hukum memang tidak mudah, kadang harus berhadapan dengan risiko besar. Tapi keberanian aparat adalah harga mati. Jangan kalah oleh premanisme,” ujarnya.

Sahroni juga menyinggung pentingnya keberanian bertindak tegas, meski terkadang menghadapi kritik atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Ia menilai bahwa dalam konteks tertentu, aparat tetap perlu mengutamakan keselamatan dan ketegasan untuk menegakkan hukum.

Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menetapkan lima tersangka dalam kasus pembakaran mobil milik personel Polres Metro Depok yang terjadi di dekat TPU Pondok Ranggon pada Jumat (18/4). Insiden tersebut terjadi saat polisi tengah melakukan penangkapan terhadap tersangka TS.

Dengan suara tegas, Sahroni menutup pernyataannya, “Kalau sudah maju, jangan mundur. Hukum harus ditegakkan. Negara tidak boleh kalah”. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.