Peringati Hari Kartini, Kemensos Komitmen Berdayakan Lansia Perempuan

by

JAKARTA, KONSEPNEWS – Semangat emansipasi yang diwariskan R.A Kartini tidak hanya hidup dalam semangat perempuan masa kini, tetapi juga terus dihidupkan oleh negara melalui perhatian kepada para perempuan lanjut usia. Dalam peringatan Hari Kartini 2025, Kementerian Sosial RI menunjukkan komitmennya untuk merangkul seluruh lapisan perempuan, termasuk para lansia aktif yang masih berkegiatan di tengah masyarakat.

Sebanyak 20 perempuan lanjut usia, yang rata-rata berusia di atas 70 tahun, turut merasakan kemeriahan peringatan Hari Kartini. Mereka menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kemensos, yang mencakup paket sembako, nutrisi, alat kebersihan diri, dan satu set kebaya encim sebagai simbol penghormatan atas jasa dan keteladanan Kartini. Total nilai bantuan yang diberikan kepada masing-masing lansia mencapai Rp1.535.000.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyatakan bahwa semangat Kartini tidak hanya tentang kesetaraan dan pendidikan, tetapi juga tentang keberdayaan perempuan di segala usia.

“Kartini bukan hanya milik generasi muda, tapi juga milik ibu-ibu kita yang tetap aktif, produktif, dan menginspirasi meski usia tak lagi muda,” ujarnya di Jakarta, Senin (21/4/2025).

Menurutnya, perhatian terhadap lansia perempuan adalah bagian penting dari makna sosial Hari Kartini. “Mereka telah melalui berbagai fase kehidupan, dan tetap menunjukkan ketangguhan. Ini adalah bentuk nyata dari nilai-nilai Kartini: pantang menyerah dan terus berkarya,” imbuhnya.

Tak hanya itu, Mensos juga menekankan pentingnya kesetaraan gender di lingkungan kerja Kementerian Sosial, termasuk memberikan ruang yang sama bagi perempuan untuk menempati posisi strategis. Ia menyebut, kinerja dan prestasi adalah tolok ukur utama, bukan gender.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini tahun ini, seluruh unit kerja Kemensos dari tingkat pusat hingga balai di daerah juga turut menggelar berbagai perlombaan dan kegiatan yang melibatkan perempuan.

Kegiatan ini bukan hanya sebagai seremonial, tetapi juga sebagai ajang refleksi untuk terus menghidupkan nilai perjuangan Kartini dalam kebijakan dan program sosial yang menyentuh akar masyarakat.

Dengan menempatkan perempuan sebagai subjek pembangunan sosial, Kementerian Sosial berharap semangat Kartini tidak hanya menjadi kenangan sejarah, tetapi menjadi kekuatan transformasi sosial di masa kini dan mendatang. ***

No More Posts Available.

No more pages to load.