KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Upaya keras Polres Metro Tangerang Kota dalam mengungkap identitas jasad pria yang ditemukan terbungkus karung di pinggir Jalan Daan Mogot, KM. 21, Batuceper, Kota Tangerang, membuahkan hasil signifikan. Tim Inafis gabungan berhasil mengidentifikasi korban melalui metode olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan analisis sidik jari. Identitas korban dipastikan sebagai Al-Bashar, seorang pria berusia 32 tahun yang berasal dari Lampung Selatan.
Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Dicky Pertofan, mengungkapkan bahwa proses identifikasi dimulai setelah penemuan jasad pada Selasa (23/4). Tim Inafis bergerak cepat melakukan pemeriksaan sidik jari korban. Data sidik jari tersebut kemudian diolah dan dibandingkan dengan database kependudukan hingga akhirnya kecocokan ditemukan dengan identitas Al-Bashar.
Setelah identitas korban berhasil diidentifikasi, langkah selanjutnya yang diambil oleh pihak kepolisian adalah menghubungi pihak keluarga Al-Bashar. Keluarga korban diminta untuk datang ke RSUD Kabupaten Tangerang guna melakukan verifikasi visual terhadap jenazah. Proses ini menjadi penting untuk memastikan bahwa identitas yang terdeteksi melalui sidik jari memang benar adanya.
Kedatangan keluarga korban di RSUD Kabupaten Tangerang memberikan konfirmasi yang kuat. Mereka mengenali jenazah tersebut sebagai Al-Bashar berdasarkan ciri-ciri fisik yang melekat pada diri korban. Ciri-ciri tersebut meliputi kondisi gigi dan tanda bekas luka yang berada di bagian punggung korban. Selain itu, pihak keluarga juga mengenali pakaian yang dikenakan Al-Bashar saat ditemukan.
Keberhasilan identifikasi ini menjadi langkah krusial dalam pengungkapan kasus pembunuhan ini. Dengan diketahuinya identitas korban, pihak kepolisian dapat lebih fokus dalam melakukan penyelidikan terkait latar belakang korban, lingkungan pergaulannya, serta kemungkinan motif yang melatarbelakangi tindak kejahatan tersebut.
Kasat Reskrim AKBP Dicky Pertofan juga mengapresiasi kerja cepat dan profesional dari Tim Inafis gabungan yang berhasil mengungkap identitas korban dalam waktu yang relatif singkat. Keahlian dan ketelitian tim forensik sangat membantu dalam mempercepat proses penyelidikan.
Setelah identitas korban terungkap, pihak kepolisian tidak berhenti bergerak. Subdit Jatanras Polda Metro Jaya berhasil mengamankan terduga pelaku pembunuhan Al-Bashar. Penangkapan ini menunjukkan adanya korelasi yang kuat antara pengungkapan identitas korban dengan penangkapan pelaku.
Meskipun terduga pelaku telah diamankan, motif pembunuhan Al-Bashar masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan mendalam terhadap pelaku untuk mengungkap alasan di balik tindakan keji tersebut. Masyarakat pun menanti hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian. san/*







