KOTA TANGERANG, KONSEPNEWS – Proyek strategis nasional pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Tangerang masih belum menunjukkan kemajuan berarti hingga pertengahan 2025. Publik menyoroti keterlambatan ini karena berdampak pada krisis pengelolaan sampah yang makin serius.
Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang kembali jadi sorotan. Hingga Juni 2025, proyek senilai Rp2,58 triliun tersebut belum juga menunjukkan tanda-tanda akan beroperasi. Padahal, krisis pengelolaan sampah di TPA Rawa Kucing sudah berada pada titik rawan.
Koalisi Aktivis Lingkungan Hidup Tangerang (Kalung) pun angkat suara. Dalam pernyataan resminya, Kalung mendesak agar PT Oligo Infra Swarna Nusantara (OISN) sebagai pemenang tender proyek segera keluar dari konsorsium. “Get Out Oligo! PSEL harus segera jalan. Rawa Kucing sudah overload,” ujar Koordinator Kalung, Ade Yunus.
Ade menyebut proyek ini justru makin tidak jelas setelah MoU ditandatangani pada Maret 2022. Sejauh ini hanya ada sosialisasi dan sedikit penataan gunungan sampah pada September 2024. Tidak ada pembangunan nyata di lokasi yang seharusnya menjadi fasilitas energi ramah lingkungan itu.
“Kalau memang tidak sanggup, serahkan ke pihak yang lebih kompeten,” tegas Ade. Ia meminta Badan Pengelola Investasi Danantara segera mengambil alih proyek agar tidak semakin mandek. Pasalnya, Perpres 35 Tahun 2018 memerintahkan percepatan, bukan penundaan.
Kondisi TPA Rawa Kucing yang hampir mencapai kapasitas maksimal memperparah keadaan. Penundaan PSEL dikhawatirkan akan memicu krisis lingkungan yang serius dan membahayakan warga sekitar.
Sebagai kota pertama di Banten yang mengadopsi teknologi PSEL, Tangerang seharusnya menjadi pionir dalam penanganan sampah modern. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan stagnasi proyek.
Kalung pun mendesak agar evaluasi terhadap mitra pelaksana dilakukan secara menyeluruh, termasuk kemungkinan pembatalan kontrak. “Jangan sampai proyek strategis nasional malah jadi beban daerah,” tandas Ade. san/*





