KABUPATEN BOGOR, KONSEPNEWS – Bupati Bogor Rudy Susmanto kembali menegaskan komitmennya untuk merevitalisasi kawasan Puncak sebagai destinasi unggulan nasional melalui gerakan percepatan penataan lintas sektor. Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian PUPR, B2JN, dan OPD Kabupaten Bogor, disepakati dimulainya aksi serentak yang menyasar jalur utama dari Gadog hingga Cianjur.
Gerakan ini melibatkan pembersihan sampah, pengecatan tembok, pembongkaran baliho liar, serta penghijauan dan penataan drainase. Bupati Rudy menegaskan bahwa penataan ini adalah bagian dari strategi pembangunan yang inklusif, tidak lagi terpusat di Cibinong Raya, tetapi menyentuh kawasan potensial seperti Puncak.
“Puncak adalah wajah Kabupaten Bogor. Penataan kawasan ini tidak hanya soal keindahan, tapi juga mencakup aspek tata ruang, ketertiban umum, dan peningkatan kualitas lingkungan hidup,” ujar Rudy. Ia mendorong semua pihak untuk bergerak tanpa menunggu birokrasi kewenangan.
Pemkab Bogor telah menginventarisasi baliho dan reklame tanpa izin yang akan dibongkar. Pemilik diberi kesempatan membongkar sendiri sebelum dilakukan tindakan oleh DPKPP. Selain itu, pemindahan PKL dan penataan parkir dilakukan secara bertahap agar tetap mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi pelaku usaha lokal.
Langkah strategis lain yang dilakukan adalah mengarahkan semua OPD untuk menggelar agenda kerja di hotel dan fasilitas wisata Puncak. Tujuannya adalah menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan langsung sektor perhotelan, kuliner, dan transportasi lokal.
Dalam prosesnya, pelaku usaha diminta berpartisipasi aktif, termasuk menjaga kebersihan area usaha mereka. “Kalau semua bersih serentak, kawasan ini akan terlihat tertib dan menarik dalam waktu singkat,” kata Rudy. Ia menekankan bahwa wajah Puncak harus mencerminkan semangat gotong royong dan kebersamaan.
Rudy juga mengingatkan bahwa penataan kawasan Puncak bersifat jangka panjang. Salah satu proyek strategis yang menjadi prioritas adalah pembangunan sodetan air dan perbaikan saluran utama yang rawan longsor, dengan target penyelesaian pada 2026 melalui kerja sama lintas kementerian.
Menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia, gerakan ini diharapkan menjadi simbol transformasi dan kebangkitan kawasan Puncak. “Hari ini kita tidak bicara siapa yang berwenang. Kalau menunggu, tidak akan selesai. Siapa bisa bergerak duluan, maka lakukan,” tegas Bupati Rudy Susmanto. san/*






