JAKARTA, KONSEPNEWS – Suasana haru dan suka cita menyelimuti halaman Masjid Al Mu’minin di RW 06 Kelurahan Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/7/2025) saat ratusan anak yatim menerima santunan dari aktifis muda sekaligus pemilik usaha LikeWise Coffee, Andri Cahyono Wibowo. Acara ini menjadi bagian dari tradisi memperingati 10 Muharram yang dikenal sebagai Hari Asyura, hari penuh makna bagi umat Islam.
Pemberian santunan kali ini mencakup pemberian berupa uang tunai, 125 paket sembako berisi beras, minyak, gula, sarden, serta seragam untuk pelajar TPQ Al Mu’minin. Para anak terlihat gembira ketika mencoba seragam baru mereka, simbol harapan agar mereka tetap semangat belajar dan mengaji.

Meski bukan warga Serdang, Andri memilih kawasan ini karena melihat langsung kebutuhan yang tinggi di permukiman padat seperti Kemayoran. Ia menyatakan bahwa kegiatan sosial semacam ini penting untuk menciptakan pemerataan bantuan dan membangkitkan optimisme di tengah masyarakat urban.
Kegiatan ini mendapat sambutan luas dari warga dan tokoh masyarakat setempat serta disaksikan oleh Pengurus Masjid Al Mu’muminin, Ketua DMI Cabang Kemayoran, Bambang Subroto, Ketua DKM Masjid Al Mu’minin, Ir. Ahmad Mahidin; Komisi Fatwa MUI Pusat, DR. Zulhan Abu Fikra Ilham, Sekretaris Kelurahan Serdang, Kemayoran, M. Imron Sumadi dan jamaah Masjid Al Mu’minin. Semua pihak berkomitmen mendukung kegiatan serupa agar dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Dalam sambutannya, Andri juga mengajak generasi muda untuk lebih banyak berkarya dan menyalurkan hasilnya demi kepentingan sosial. “Saat ini banyak anak muda yang kreatif. Kalau semua ikut berbagi, dampaknya bisa sangat luas,” katanya.
Ketua DKM Masjid Al Mu’minin, Ir. Ahmad Mahidin menyebut kontribusi Andri sebagai contoh nyata dari pribadi yang hidup dengan prinsip “sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama”. Dukungan yang konsisten disebutnya telah membantu ribuan anak yatim di berbagai kesempatan sebelumnya.

Kegiatan ini menjadi simbol solidaritas kota, di mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga pusat kegiatan sosial. Peran masjid sebagai penggerak kepedulian komunitas kembali diperkuat oleh sinergi antara warga, pemuka agama, dan pengusaha lokal.
Dengan semangat ini, Masjid Al Mu’minin terus menjadi ruang berbagi kebahagiaan, menghadirkan harapan baru bagi anak-anak yang sedang bertumbuh di tengah keterbatasan hidup perkotaan. san/*







