JAKARTA, KONSEPNEWS – Adam Sandler tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah sekuel yang paling dinanti, Happy Gilmore 2, mendapat sambutan hangat dari publik. Aktor dan komedian berusia 58 tahun ini kembali memerankan karakter ikonik Happy Gilmore, hampir tiga dekade setelah film pertamanya dirilis tahun 1996.
Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter, Adam Sandler mengungkap bahwa ia dan penulis sekaligus partner kreatifnya, Tim Herlihy, tidak pernah membayangkan bahwa proyek ini akan menjadi salah satu pengalaman paling menyenangkan dalam perjalanan karier mereka.
“Kami benar-benar tak bisa lebih bahagia lagi. Rasanya tak bisa dijelaskan,” kata Adam Sandler. “Bahkan sebelum filmnya dirilis, kami sudah mendengar orang-orang di jalan membicarakannya. Kami sadar, ‘Wah, ini akan seru.’ Dari yang awalnya tidak pernah terpikirkan, proyek ini malah menjadi salah satu momen terbaik kami.”
Namun, ada kejutan emosional dalam Happy Gilmore 2, karakter Virginia Venit yang diperankan oleh Julie Bowen, kembali hadir namun diceritakan meninggal di awal film.
Menanggapi keputusan tersebut, Adam Sandler menjelaskan bahwa kematian karakter itu penting untuk mendorong perkembangan emosional tokoh Happy di usia tuanya.
“Kami sangat mencintai Julie. Dia punya energi yang luar biasa dan sangat menyenangkan untuk diajak bekerja sama,” ujar Sandler. “Tapi kami tahu bahwa Happy butuh alasan emosional yang kuat untuk kembali ‘bermain’. Tak ada yang lebih menyakitkan daripada kehilangan orang yang kita cintai. Kami ingin menunjukkan bahwa Happy tidak akan pernah benar-benar move on dari Virginia. Cinta itu tetap hidup.”
Ia menambahkan bahwa usia mereka yang kini tak muda lagi membuat mereka lebih memahami tema kehilangan dan bagaimana hal itu bisa membentuk seseorang.
“Saat kita makin tua, kita mulai mengalami hal-hal seperti ini. Kita kehilangan orang-orang. Dan menghadapi kenyataan itu, apalagi jika merasa punya andil di dalamnya, itu berat. Kami pikir, itu sisi emosional yang menarik untuk dimunculkan dalam film.”
Sementara itu, Julie Bowen sendiri menanggapi dengan tawa ketika tahu bahwa karakternya ‘dimatikan’ di halaman 12 naskah. Dalam wawancaranya dengan People, aktris berusia 55 tahun itu mengenang momen saat ia sedang liburan dengan keluarga dan membaca naskah dengan koneksi internet minim.
“Begitu tahu aku mati di halaman 12, aku langsung tertawa,” katanya. “Aku di pulau, nyaris tanpa sinyal. Begitu akhirnya terhubung dengan Adam, aku bilang, ‘Aku nggak peduli. Ini lucu. Happy memang nggak bisa bahagia.’”
Dengan gabungan nostalgia, emosi yang lebih dalam, dan humor khas Adam Sandler, Happy Gilmore 2 tampaknya bukan sekadar sekuel belaka. Ini adalah potret seorang legenda komedi yang tumbuh, berubah, dan tetap menghibur, dengan caranya yang paling jujur dan absurd. ***





